EVALUASI KARAKTERISTIK KRIM EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica Val.) PADA BERBAGAI FORMULASI

Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri Jurnal, Issn
2018 unpublished
This study aims to: 1) determine the effect of formulations on cream characteristics, 2) determine the formulations that produce the cream with the best characteristics. The experiments using Randomized Block Design consisted of 5 treatments and were grouped into 3. The cream was stored for 6 weeks and observed every 2 weeks, the 6 th week data was tested with analysis of variances, followed by Duncan test. The variables observed were homogeneity, separation ratio, dispersion, stickiness, pH,
more » ... , stickiness, pH, viscosity, antioxidant capacity. The results of the cream research at 6 weeks were: the treatment had an effect on the spread, viscosity, adhesiveness, pH of cream at 6 weeks, but had no effect on antioxidant activity. During the storage of the cream remains homogeneous and does increase the separation of cream (F = 1), there is an increase in dissolved power and pH but the adhesion, viscosity, and antioxidant activity decreases. The best results are the first formulation (F1) characteristics: homogeneous creams and no separation (F = 1), 4,08 cm spread, 40.758 cp viscosity, 16.2 seconds adhesiveness, IC50 antioxidant activity: 48.39 μg / mL and pH 8.17. PENDAHULUAN Antioksidan adalah suatu senyawa yang pada konsentrasi rendah secara signifikan dapat menghambat atau mencegah oksidasi substrat dalam reaksi rantai (Halliwell dan Whitemann, 2004; Leong dan Shui, 2002). Antioksidan dapat melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas. Antioksidan dapat mendonorkan elektronnya kepada molekul radikal bebas, sehingga dapat menstabilkan radikal bebas dan menghentikan reaksi berantai. Contoh antioksidan antara lain β karoten, likopen, vitamin C, vitamin E (Sies, 1997). Radikal bebas adalah sejenis oksigen yang susunan atomnya tidak sempurna, serta radikal ini cenderung mengadakan reaksi berantai yang apabila terjadi di dalam tubuh akan dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan yang berlanjut dan terus menerus (Wahdaningsih, 2011). Radikal bebas merupakan zat berbahaya yang sangat reaktif dan bersifat merusak jaringan organ-organ tubuh hingga menimbulkan berbagai penyakit di usia tua (Sumampouw, 2006). Kunyit merupakan salah satu sumber antioksidan karena adanya kandungan kurkumin (Purba dan Martosupono, 2009). Ekstrak kunyit berpotensi untuk dijadikan krim karena memiliki kurkumin yang berpotensi sebagai antioksidan, selain itu kunyit juga sudah dikenal sebagai tanaman obat dan mudah didapatkan. Antioksidan kunyit berpotensi dimanfaatkan sebagai pelindung kulit, karena kunyit mengandung komponen antioksidan golongan fenolik (Bengmark, 2006; Arranz dkk., 2010). Penelitian tentang krim antioksidan dari bahan alami sudah banyak dilakukan seperti krim antioksidan ekstrak etanol bawang hutan (Sharon dkk., 2013), krim ekstrak etanol daun lamun (Juwita dkk., 2013), krim kunyit ekstrak metanol (Alakh dkk., 2011), krim ekstrak kunyit (Bakkara dkk, 2017).
fatcat:b347obzcmbfc5mxa7yumwaafoa