PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MEDIA TEKATEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMORI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI SISTEM KOLOID KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 2 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Resti Septianingrum, Budi Utami, Dan Mulyani
2014 Tahun   unpublished
Surakarta 2 Dosen Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta * Keperluan korespondensi, tel/fax :085726266523, email: restiSeptian@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkankemampuan memori siswadanprestasi belajar siswapada materisistem koloid. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus.Setiap siklusnya terdapat empat tahapan yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan
more » ... fleksi.Subyek penelitian adalah siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, tes dan angket.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatankemampuan memori dan prestasil belajar siswa pada materi sistem koloid. Peningkatan kemampuan memori dapat dilihat pada siklus I diperoleh 41,67% dan pada siklus II diperoleh 69,44%. Sedangkan peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari hasil tes kognitif, afektif dan psikomotor dimana pada siklus I diperoleh hasil secara berturut-turut yaitu 33,33%; 71,49% dan 69,44% dan pada siklus II hasil tes kognitif 72,22%. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan memoridanprestasibelajar pada sistem koloid siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 2 Karanganyar. Kata Kunci: Numbered Heads Together (NHT), penelitian tindakan kelas, teka teki silang, kemampuan memori, dan prestasi belajar PENDAHULUAN Upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia adalah pembaharuan kurikulum secara berkesinambungan. Kurikulum yang dikembangkan oleh pemerintah pada saat penelitian berlangsung adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada saat ini kurikulum yang tengah digunakan yaitu kurikulum 2013 yang merupakan pembaharuan dari KTSP. KTSPadalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Karakteristik KTSP adalah pemberian otonom kepada sekolah dan satuan pendidikan, partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi, kepemimpinan yang demokratis dan professional, serta team kerja yang kompak dan transparan[1]. Dalam pendidikan, keberhasilan belajar mengajar dapat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Menurut Syah, faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek, yaitu aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah dan aspek psikologis (yang bersifat rohaniah) seperti tingkat kecerdasan / inteligensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, serta motivasi siswa [2]. Sedangkan faktor eksternal siswa meliputi 3faktor yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat[3].
fatcat:fjjbawpgkvepxjvzyan3df4qnq