PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG MENGGUNAKAN KATALIS KOH PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG MENGGUNAKAN KATALIS KOH DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAGUNG

Ndaru Okvitarini, Ndaru Okvitarini, Hantoro Satriadi
2013 Jurnal Teknologi Kimia dan Industri   unpublished
Antioksidan dalam biodiesel dapat berfungsi untuk selama proses penyimpanan ataupun dalam pengaruh konsentrasi katalis dan penambahan reaktan yang berupa ekstrak etanol jagung sebagai antioksidan terhadap karakteristik dan penyimpanan biodiesel. dengan mencampur minyak Reaksi dilakukan selama rasio minyak goreng/ekstrak biodiesel dari gliserol. Selanjutnya dilakukan uji sifat biodiesel rapat massa, viskositas, asam, angka penyabunan, angka peroksida, angka iod mempunyai karakteristik yang
more » ... teristik yang hampir sesuai dengan SNI. antioksidan bekerja untuk ditunjukkan oleh penggunaan reaktan 1:7 sebesar 91,5%. Kata kunci : ekstrak etanol Antioxidants on biodiesel can use for objective of this research are to study ratio corn ratio ethanol extract to oil and biodiesel and KOH consentration in biodiesel production concentration process variables between 1:3 to 1:7. Then biodiesel density, viscosity Results of analysis of 9 samples has characteristic that almost in accordance with SNI that antioxidants work production is shown by the use reactants Abstrak dalam biodiesel dapat berfungsi untuk menghambat terjadinya peristiwa oksidasi selama proses penyimpanan ataupun dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui i katalis dan penambahan reaktan yang berupa ekstrak etanol jagung sebagai antioksidan terhadap karakteristik dan penyimpanan biodiesel. Reaksi transesterifikasi diawali minyak goreng dengan campuran ekstrak etanol jagung dan katalisator KOH. Reaksi dilakukan selama tiga jam dengan variabel proses konsentrasi katalisator ekstrak etanol jagung antara 1:3 sampai 1:7. Kemudian dilakukan biodiesel dari gliserol. Selanjutnya dilakukan uji sifat biodiesel rapat massa, viskositas, asam, angka penyabunan, angka peroksida, angka iod. Hasil analisa dari 9 sampel biodiesel mempunyai karakteristik yang hampir sesuai dengan SNI. Hal tersebut membuktikan bahwa untuk mengurangi reaksi oksidasi. Konversi pembuatan biodiesel terbesar ditunjukkan oleh penggunaan reaktan 1:7 sebesar 91.75% serta pada penggunaan katalis 1 rak etanol jagung, transesterifikasi, biodiesel. Abstract on biodiesel can use for inhibit the oxidation events during storage objective of this research are to study ratio corn ratio ethanol extract to oil and biodiesel and KOH ration in biodiesel production Reactions were performed for three hours variables 0:25 to 1:25% and the ratio of cooking oil / corn Then the separation of biodiesel from glycerol. Further test viscosity, acid number, saponification number, peroxide value Results of analysis of 9 samples has characteristic that almost in accordance with SNI reduces the oxidation reaction. The highest conversion of the use reactants 1:7 is 91,75% and 1:25% catalyst is 91 corn ethanol extract, Transesterification, biodiesel. Karakteristik Massa jenis (gram/cm 3 ) Angka penyabunan (mg KOH/gr sampel) Angka Peroksida hari ke 20 sampel) Angka Iod( gr I 2 /100 gr sampel) Viskositas hari ke 0 (Centripoise) Angka Asam Hari ke 0(mg KOH/gr sampel) b. Pengaruh Perbandingan Reaktan Karakteristik Massa jenis (gram/cm 3 ) Angka penyabunan (mg KOH/gr sampel) Angka Peroksida hari ke 20 sampel) Angka Iod( gr I 2 /100 gr sampel) Viskositas hari ke 0 (Centripoise) Angka Asam Hari ke 0 (mg KOH/gr sampel) Dari hasil pengukuran karakteristik biodiesel, 5 sampel dengan variasi perbandingan reaktan, memenuhi Standar SNI 04 dan angka asam pada hari ke 0. Sedangkan untuk angka peroksida, pada variabel perbandingan reaktan 1:3 menunjukkan angka 8.5 yang berarti tidak sesuai dengan standar SNI. Selain perbandingan 1:3, pada perbandingan 1:4; 1:5 juga mempunyai data tidak sesuai turut 7.7; 5.8. sedangkan untuk perbandingan 1:6 dan 1:7 mempunyai angka peroksida yang sesuai dengan SNI yaitu 5.8 dan 5. Hal tersebut dipengaruhi oleh jumlah antioksidan yang digunakan. Dalam eksperimen ini etanol yang digunakan adal mengandung antioksidan dari jagung. Semakin banyak perbandingan, maka semakin banyak antioksidan yang ditambahkan. Peran antioksidan adalah menahan oksidasi yang terjadi ditandai dengan kenaikan bilangan per bilangan peroksida yangcukup tinggi dikarenakan antioksidan dalam ekstrak etanol jagung tidak cukup untuk menahan oksidasi yang terjadi. Kesimpulan Hasil analisa betakaroten, eks yang diperoleh sudah sesuai dengan SNI. Hal ini ditunjukkan dengan sifat fisik dan sifat kimia biodiesel. Kenaikan viskositas dan angka asam semakin berkurang sesuai banyaknya ekstrak etanol jagun digunakan. Hal tersebut membuktikan bahwa antioksidan bekerja mengurangi reaksi oksidasi. pembuatan biodiesel terbesar ditunjukkan oleh 1.25% yaitu 91,5%. DAFTAR PUSTAKA Anisa, 2010. Studi Pembuatan
fatcat:6foch6gj6jc5fp745cmmi6ewwa