RANCANG BANGUN PENGENDALIAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

Rancang Pengendalian, Pembuatan Lilin, Aromaterapi Berbasis……, Hussein, M Hussein, M Kamal, Hamid, Dan Finawan, Prodi Instrumentasi, Dan Otomasi, Industri Jurusan, Teknik Elektro (+8 others)
unpublished
ABSTRAK Lilin aromaterapi merupakan aplikasi lain dari cara inhalasi atau penghirupan aromaterapi yang biasa dilakukan dengan mencampurkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam wadah berisi air panas. Sekarang ini proses pembuatan lilin aromaterapi tidak dikendalikan secara otomatis, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang pengendalian proses pembuatan lilin aromaterapi secara otomatis dengan menggunakan PLC OMRON CP1E type N. Berdasarkan hasil penelitian maka di peroleh
more » ... aka di peroleh hasil yaitu untuk mendapatkan produk lilin aromaterapi diperlukan proses pemanasan selama 15 menit, agar paraffin wax padat mencair dengan sempurna. Suhu yang diperlukan untuk mencairkan paraffin wax padat dan mencampurkan pewarna pada tangki 2 sebesar 70ºC, kemudian suhu yang diperlukan untuk mencampurkan paraffin wax yang sudah cair dengan minyak esensial pada tangki 3 sebesar 40ºC. Dalam proses pengadukan pada tangki 2 diperlukan waktu selama 10 menit dan pada tangki 3 diperlukan waktu selama 5 menit . Setelah proses pengolahan lilin aromaterapi selasai maka dilakukan pencetakan sebanyak 3 kali pada cetakan gelas kaca, dan proses pemadatan lilin aromaterapi diperlukan waktu selama 45 menit. Kata Kunci: Lilin, PLC, Esensial, Paraffin I. PENDHULUAN Sebelum gas dan listrik menjadi sumber daya yang umum digunakan, lilinlah yang menjadi sumber penerangan utama, ini terjadi 1500 tahun yang lalu. Sampai saat ini, lilin tetap menjadi pilihan, hal ini dikarenakan selain sebagai penerangan juga dapat memberikan nuansa baru dengan penggunaan lilin beraroma terapi, dimana fungsinya sebagai alternatif dekorasi ruangan yang akan menciptakan suasana yang berbeda tergantung bentuk, letak, warna, dan aksesoris lilin yang dipakai (Murhananto, 1999). Nilai tambah lainnya adalah mudah dibawa, mudah dikemas dan dapat dibentuk sesuai kebutuhan. Pada umumnya lilin dibuat hanya untuk menggantikan fungsi lampu, sehingga secara fisik tidak menarik. Penelitian ini akan membuat lilin beraroma (lilin aromaterapi) yang berfungsi ganda. Lilin aromaterapi merupakan aplikasi lain dari cara inhalasi atau penghirupan aromaterapi yang biasa dilakukan dengan mencampurkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam wadah berisi air panas, kemudian menutupi kepala dengan handuk sambil menghirup uap minyak tersebut selama beberapa menit. Lilin aromaterapi akan memberikan efek terapi bagi konsumen karena dalam pembuatannya ditambahkan minyak atsiri sebagai aroma lilin. Aroma tersebut memiliki fungsi sebagai terapi jika lilin dibakar dan konsumen dapat mencium aroma yang menenangkan pikiran dan hati. Lilin aroma ini juga dapat berfungsi sebagai penyegar ruangan kerja seperti pengharum ruangan umumnya, dengan tetap memiliki manfaat sebagai terapi. Dari referensi proses pembuatan lilin aromaterapi, maka dilakukan beberapa penyesuaian untuk merancang sebuah sistem pengendalian pembuat lilin aromaterapi secara otomatis. Prinsip kerja dari pembuatan lilin aromaterapi ini adalah bahan baku pembuatan lilin aromaterapi akan ditakar sesuai komposisi yang telah ditentukan, dari proses pencampuran bahan pembuatan lilin aromaterapi tersebut akan dibuat otomatis karena pada industri rumah tangga penggunaan mesin pembuat lilin aromaterapi masih dikerjakan secara manual dan membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu proses pembuatan lilin aromaterapi tersebut. Adapun tujuan penelitian adalah mendapatkan sebuah model pengendalian proses pembuatan lilin aromaterapi secara otomatis. II. TINJAUAN PUSTAKA Lilin Lilin adalah padatan parafin yang ditengahnya diberi sumbu tali yang berfungsi sebagai alat penerang. Sebagai bahan baku untuk pembuatan lilin adalah parafin padat, yaitu suatu campuran hidrokarbon padat yang diperolehdari minyak mineral (bumi). Lilin aromaterapi adalah salah satu bentuk diversifikasi dari produk lilin, yaitu aplikasi lain dari cara instalasi atau penghirupan aromaterapi yang biasa dilakukan dengan mencampurkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam wadah. Menurut Arthur dan Rose (1956), paraffin merupakan suatu hidrokarbon dengan rumus empiris C n H 2n+2, yang bentuknya dapat berupa gas tidak
fatcat:tkdpximf25alpedc2qp7o7hadi