BATAGAK URANG TUO NAGARI DI BALAI BARU KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG

Redo Ilhamsyafitra
2017 Jurnal Elektronik WACANA ETNIK  
This article describes the implementation of the Batagak Urang Tuo Nagari ceremony. Batagak Urang Tuo Nagari is one of the most important ceremonies in the traditional order in the Balai Baru because traditional communities are beginning to be aware of the importance of the role of Urang Tuo Nagari in society and in other areas of Minangkabau. In Batagak Urang Tuo Nagari the ninik mamak, bundo kanduang, cadiak pandai, and anak kemenakan still retain the important elements contained in the
more » ... tained in the procedures for their implementation. PENGANTAR Hampir semua suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi pengangkatan pemimpin atau penghargaan terhadap pemimpin atau orang yang "dituakan". Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia yang dikenal dengan beberapa tradisi berkenaan dengan penghormatan terhadap seorang pemimpin, seperti pengangkatan penghulu dan pemberian gelar datuk. Tradisi ini dikenal di seluruh wilayah Minangkabau. Namun demikian, nama pelaksanaan untuk tradisi penghormatan kepada pemimpin berbeda-beda. Salah satunya adalah Batagak Urang Tuo Nagari di Balai Baru Kecamatan Kuranji , Kota Padang, Urang Tuo Nagari merupakan salah satu pimpinan jabatan tertinggi pada pemerintahan adat yang ada di Minangkabau pada kelarasan koto piliang. Artikel ini mendeskripsikan prosesi batagak urang tuo nagari di Balai Baru Kecamatan Kuranji, kota Padang yang dapat ditemukan tiga unsur folklor di dalamnya. urang tuo nagari merupakan jabatan seorang yang diamanatkan oleh beberapa tapian atau daerah ulayat untuk memimpin mereka, bisa dilihat pada ungkapan ini rantau diagiah nan barajo, darek diagiah nan badatuak, kampuang diagiah ba rang tuo, rumah diagiah ba limpapeh 'rantau memiliki raja, darek/daerah asal memiliki datuak, kampung memiliki orang tua, rumah memiliki limpapeh'. Deskripsi ini adalah salah satu bentuk dokumentasi tradisi yang mulai berkurang pelaksanaannya. Sangat disayangkan keadaan di atas terjadi ketika pemimpin orang Minangkabau kebanyakan berlatar belakang sebagai Penghulu atau Datuak sebagai tokoh yang memegang dari sako jo pusako lamo. Semua keadaan ini tampaknya telah terjadi secara sistematis simbol-simbol adat Minangkabau ditelan oleh periode tersebut . Menurut Hendri Rajo Hitam, urang tuo nagari merupakan salah satu pimpinan tertinggi sebuah nagari pada kelarasan Koto Piliang, sebagai pimpinan yang lebih tinggi derajatnya dari seorang penghulu bahkan tuo tapian. Urang tuo nagari dalam sebuah nagari mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting memimpin
doi:10.25077/we.v6.i2.71 fatcat:tqmrkkv4kjbihagshoqipmy7m4