DIALEKTIKA FUNDASIONAL PERKEMBANGAN PESANTREN (Perspektif Pendidikan Islam)

Sayyidah Syaekhotin
unpublished
Abstrak Pesantren 1 merupakan pelembagaan pendidikan yang bercorak Islam tertua, dari sini pesantren sebenarnya merupakan rintisan awal dari perkembangan selanjutnya untuk model pendidikan pesantren saat ini, bahkan pesantren dalam model pengertianya yang paling konvensional telah hadir bersama penyebaran Islam oleh pendahulu-pendahulu (da'i) awal yang melakukan Islamisasi di nusantara (baca: Jawa). Pesantren dengan gaya pendidikan yang adaptatif terhadap lokalitas ini, kemudian menjadi eksis
more » ... ian menjadi eksis dan berkembang seiring dengan perkembangan Islam, yang di masa-masa awal memiliki hubungan kekerabatan yang kuat antara satu pesantren dengan pesantren lainya, baik melalui jalur kekerabatan keluarga, maupun hubungan personal guru dan murit antar pemilik pesantren 2 , sedangkan disisi lain sebagian pemangku pesantren kebanyakan merupan kearbat keratin (atau kerturunan bangsawan Jawa), yang bias jadi mewariti tradisi dimasa lalunya untuk menyepi dan mendirikan padepokan (pesantren) dan disana mengapdikan diri pada pendidikan sebagai brahmana resi (kyai/ulama). Hal ini berlangsung diawal-awal pesantren berdiri, hingga tantangan kedua datang di masa masa kolonial, dimana pesantren tidak hanya sekedar tempat belajar, namun lebih dari itu, sebab dari sisi politik pendidikan, eksistensi pesantren adalah sebagai counter institution bagi sekolah bentukan belanda. Karel A Steenbrink 3 menceritakan dimana pada dasawarsa terakhir 1 Pesantren pada awalnya merupakan lembaga pendidikan yang hanya meperkenalkan agam dan mencetak ulama bandingkan dengan , Dr. H Muhaimin, Arah baru pengembangan pendidikan Islam, Nuansa: 2003, bandung. 14 2 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiyai, LP3ES: 1982, Jakarta. 88 3 Karel A Steenbrink, Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Moderen , LP3ES:1974, Jakarta. 21
fatcat:enhyhldsuveaxjyxqtdxnccixm