Kearifan Lokal Pentas Tradisi Topeng Banjar

Rusma Noortyani, Ahsani Taqwiem
2020 Pelataran seni : jurnal pendidikan dan kajian seni  
IntisariPenelitian ini berupaya menemukan kearifan lokal topeng Banjar di Desa Banyiur Luar, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode kuali-tatif yakni (1) menggunakan latar alami sebagai sumber data langsung dan peneliti sebagai instrumen utama, (2) bersifat deskriptif, (3) lebih memperhatikan proses daripada hasil, (4) cenderung menganalisis data secara induktif, dan (5) makna merupakan perhatian utama. Hasil penelitian
more » ... l penelitian diperoleh norma atau nilai yang bersifat lokalitas secara simbolis ditampilkan melalui peragaan dalam bentuk tradisi manu-ping Kearifan lokal yang tercermin dari tradisi pertunjukan manuping antara lain terdapat dalam aspek membersihkan topeng. Keturunan tradisi manuping membersihkan topeng dengan tapung tawar. Hal tersebut dapat dimaknai adanya nilai-nilai yang mengatur kearifan lokal setempat, terkandung nilai persahabatan dengan alam. Hasil penelitian ini dapat menjadi media untuk melindungi, mempertahan-kan, mengembangkan, dan melestarikan keberadaan tradisi menuping sebagai kekayaan budaya etnik Banjar.Kata kunci: topeng banjar, kearifan lokal, pertunjukan tradisi AbstractThis research seeks to find the local wisdom of Banjar masks in Banyiur Luar Village, Basirih Village, West Banjarmasin District. To achieve these objectives, researchers used qualitative methods, namely (1) using natural settings as direct data sources and researchers as the main instrument, (2) descriptive, (3) paying more attention to process than results, (4) tending to analyze data inductive, and (5) meaning is the main concern. The results showed that the norms or values that are locality symbolically displayed through demonstrations in the form of the traditional manu-ping. Local wisdom is reflected in the tradition of performing manuping, among others, in the aspect of cleaning masks. Descendants of the manuping tradition of cleaning masks with plain tapung. This can be interpreted as the existence of values that govern local local wisdom, which contains the value of friendship with nature. The results of this research can serve as a medium for protecting, maintaining, developing, and preserving the existence of the Menuping tradition as a cultural wealth of the Banjar ethnic group.Keywords: banjar mask, local wisdom, traditional performance
doi:10.20527/jps.v4i1.7172 fatcat:e5c5qhscsraihn245t5qwehsem