Morfologi dan variasi morfometrik stingless bees di Kepulauan Maluku, Indonesia

Yofian Anaktototy, Windra Priawandiputra, Tiara Sayusti, Jacobus SA Lamerkabel, Rika Raffiudin
2021 Jurnal Entomologi Indonesia  
Lebah tanpa sengat tersebar luas di wilayah tropis termasuk Indonesia dan tercatat tiga spesies lebah tanpa sengat di Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi spesies lebah tanpa sengat dan persebarannya di Kepulauan Maluku, yaitu di Pulau Seram, Ambon, Haruku, Saparua, dan Nusalaut, serta membandingkan variasi morfometrik lebah tanpa sengat antar spesies dan antar individu dari spesies yang sama pada setiap pulau serta antar pulau. Sampel lebah diidentifikasi berdasarkan morfologi
more » ... dengan 12 parameter morfometrik. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dua spesies lebah tanpa sengat, yaitu Tetragonula fuscobalteata (Cameron) dan T. sapiens (Cockerell). T. fuscobalteata merupakan catatan baru lebah tanpa sengat di Kepulauan Maluku dan lebah ini secara nyata memiliki pengukuran morfometrik lebih rendah daripada T. sapiens (P < 0,001). Berdasarkan analisis ordinasi non-metric multidimensional scaling (NMDS), gabungan 12 parameter morfometrik antara T. fuscobalteata dan T. sapiens menunjukkan perbedaan yang nyata. Parameter morfometrik T. fuscobalteata sangat bervariasi antar pulau kecuali satu parameter morfometrik (lebar gena) yang tidak nyata antar pulau (P > 0,05). Hal menarik lain berdasarkan analisis NMDS, koloni T. fuscobalteata di Ambon, Haruku, Saparua, dan Nusalaut sebagian besar membentuk kelompok, namun di Pulau Seram lebah tersebar dengan variasi morfometrik yang tinggi. T. sapiens ditemukan di tiga pulau, yaitu Seram, Ambon, dan Haruku. Lebar toraks, mesonotum dan panjang propodeum T. sapiens berbeda nyata di antara tiga pulau (P < 0,001). Hasil penelitian ini berkontribusi dalam menambah catatan penemuan persebaran baru T. fuscobalteata dan T. sapiens di Kepulauan Maluku dan menunjukkan variasi parameter morfometrik pada spesies lebah tanpa sengat antar pulau di Maluku.
doi:10.5994/jei.18.1.10 fatcat:xuicne4rzzaf7d5vgwvxx363yi