SKILLS-PREFERENCES (GSP)

Imam Shofi, Dwi Wahyudi
2011 Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan   unpublished
ABSTRAK Ukuran keberhasilan suatu sistem software ditentukan seberapa besar sistem software itu memenuhi/sesuai dengan tujuannya. Requirement Engineering (RE) merupakan proses untuk menemukan tujuan tersebut, sedangkan Analisis Kebutuhan (Requirements Analysis) merupakan salah satu aktifitas yang harus dilakukan dalam RE tersebut. Salah satu pendekatan dalam RE yang saat ini berkembang sangat pesat adalah Goal Oriented Requirements Engineering (GORE), dimana Goals-Skills-Preferences (GSP)
more » ... kan salah satu framework dalam GORE yang mendukung kustomisasi pada saat merancang software (software design). Dengan kata lain, GSP mendukung variability dalam analisis dan perancangan software. Setidaknya terdapat 47 Aplikasi Kepemerintahan di Indonesia, diantaranya adalah Sistem Pendidikan dan Latihan(SIMDIKLAT), dimana salah satu modul yang mendukung SIMDIKLAT adalah "Pengelolaan Penginapan". Karena banyaknya instansi/lembaga pemerintah yang memerlukan SIMDIKLAT, maka SIMDIKLAT yang dikembangkan terdapat bagian-bagian yang bersifat commonality (sama antara satu lembaga dengan yang lain) dan ada yang bersifat variability (beda/khusus untuk lembaga tertentu). Tulisan ini menjelaskan proses Analisis Kebutuhan dengan framework GSP pada modul "Pengeloaan Penginapan" tersebut dengan studi kasus pada Pusat TIK Nasional (PUSTIKNAS) KEMKOMINFO. Dari hasil Analisis Kebutuhan ini, dapat memberikan beberapa alternatif perancangan softwarenya, sehingga dapat disesuikan perancangannya jika nantinya ingin diterapkan pada modul yang sejenis lainnya dengan tanpa/sedikit melakukan analisis kebutuhan lagi. Kata kunci : Requirement Engineering (RE), Goal Oriented Requirement Engineering (GORE), Aplikasi Kepemerintahan, Goals-Skills-Preferences (GSP) Framework, Sistem Pendidikan dan Latihan. 1. PENDAHULUAN Meskipun terdapat beberapa metodologi dan pendekatan dalam Information System Development Life Cycle (SDLC), secara umum mempunyai tahap-tahap pengembangan[3]: studi kelayakan, investigasi, analisis, desain, implementasi, serta review&maintenance. Analisis merupakan tahapan yang utamanya menitikberatkan pada penentuan/penemuan kebutuhan (requirements) user. Ukuran keberhasilan suatu sistem software adalah ditentukan seberapa besar sistem software itu memenuhi/sesuai dengan tujuannya[5], yang tentu saja akan diperoleh ketika tahap analisis sistem tersebut. Oleh karena itu dalam dekade terakhir ini, muncullah disiplin baru yang dikenal dengan Requirements Engineering (RE) yang mengcover kegiatan dalam tahap analisis sistem. RE adalah proses untuk menemukan tujuan (purpose) dari sistem software dengan mengidentifikasi stakeholder dan kebutuhan-kebutuhannya dan dengan mendokumentasikannya dalam bentuk yang dapat diterima dalam analisis, komunikasi, dan implementasi berikutnya[4]. Dalam RE, orientasi Goal dan Agent(Actor), diketahui sebagai pendekatan yang lebih menjanjikan dibanding pendekatan barbasis fungsional maupun pendekatan tradisional lainnya[1]. GORE merupakan pendekatan didalam RE berorientasi Goal dan Actor yang akhir-akhir ini berkembang cukup pesat. Salah satu alasan kemunculan GORE ini adalah dirasakannya kekurangcukupan dalam pendekatan analisis tradisional ketika berkenaan
fatcat:oyl7jgstxzajfnda6fr7y2lwua