Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Organisasi Non Profit (Studi Kasus pada UTDC PMI Surakarta)

Wakhid Jauhari, Eko Liquiddanu, Dan Eka, Agustina Nugraheni
2010 unpublished
In this paper we developed performance measurement system in UTDC PMI Surakarta. We used Integrated Performance Measurement System (IPMS) methodology which based on stackeholder's requirement, to design the measurement system. From the design process, it can be identified 8 stakeholders, and based on stakeholder's requirements, it can be obtained 27 requirements and 7 objectives. Furthermore, we developed 19 key performance indicators (KPIs) which can be classified into 6 aspects, including
more » ... ects, including donor, human resources, blood preparation, output, administration, and control and evaluation.Finally, we conducted Analythic Hierarchy Process (AHP) method to weight the all aspects and KPIs. It was found that human resources(0.435) was most importance aspect and employee's performance achievement (0.24) became most importance indicator among them. 1. Pendahuluan Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) PMI Kota Surakarta merupakan organisasi non-profit yang ditunjuk oleh pemerintah dalam penyediaan dan pengolahan darah. Sebagai organisasi yang melayani kebutuhan masyarakat, UTDC PMI Kota Surakarta harus bisa menyeimbangkan kepentingan-kepentingan yang bersifat pelayanan dan pengabdian. Untuk itu UTDC PMI Kota Surakarta perlu melakukan monitoring terhadap berbagai aktivitas yang dikerjakan agar sesuai dengan visi dan misi organisasi. Sistem pengukuran kinerja di UTDC PMI Kota Surakarta yang ada saat ini belum terintegrasi. Pengukuran kinerja masing-masing indikator masih terpisah-pisah sehingga sulit untuk mengetahui nilai kinerja organisasinya secara menyeluruh dalam pencapaian target terutama dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan masyarakat, maka diperlukan sistem dan alat pengukuran kinerja yang terintegrasi dan mampu mengidentifikasikan indikator-indikator kinerja dari PMI Cabang Kota Surakarta ini. Berdasarkan keterangan dari pengelola UTDC PMI Cabang Kota Surakarta terhadap hasil kuesioner kepuasan pelanggan yang telah dilakukan oleh UTDC PMI Cabang Kota Surakarta yang didasarkan pada aspek permintaan darah, pendonor, fasilitas dan lokasi, dan penanganan keluhan oleh customer service officer (CSO), didapatkan hasil penilaian kurang memuaskan dari masyarakat terhadap keempat aspek tersebut. Dan berdasarkan pada data permintaan dan persediaan darah UTDC PMI Kota Surakarta pada tahun 2008, pada bulan April dan September UTDC PMI Kota Surakarta tidak dapat memenuhi permintaan darah, dan beberapa bulan lainnya diketahui selisih antara persediaan dan permintaan sangat sedikit. Hal ini dikarenakan beberapa kantong darah telah kadaluarsa dikarena umur darah jenis whole blood, sel darah merah, dan plasma hanya dapat bertahan selama kurang lebih satu bulan dan untuk jenis trombosit hanya bertahan selama 5 hari. Untuk itu perlu diadakan evaluasi terhadap kinerja UTDC PMI Kota Surakarta agar tetap dapat melayani kebutuhan masyarakat dengan lebih baik. Untuk mengevaluasi kinerja UTDC PMI Kota Surakarta diperlukan suatu sistem dan alat pengukuran kinerja.
fatcat:mtluep4s2zfmbltibvcewqnhnq