TANTANGAN PENULISAN SEJARAH LOKAL

Warto Warto
2017 Sejarah dan Budaya Jurnal Sejarah Budaya dan Pengajarannya  
Abstrak: Sejarah lokal selalu menarik diperbincangan karena dua hal. Pertama, batasan "lokal" cukup problematis karena selalu mengalami perubahan cakupan dan maknanya. Istilah lokal seringkali dihadapkan atau dipertentangkan dengan supra-lokal (regional, nasional, global). Makna lokalpun tidak statis dan tunggal tetapi selalu berubah sesuai konteks zaman. Oleh karena itu, penulisan sejarah lokal, seperti penulisan unit sejarah lainnya, dihadapkan bukan hanya persoalan kepastian historis yang
more » ... an historis yang menuntut tersedianya sumber yang lengkap dan valid, tetapi juga persoalan penjelasan sejarah yang menuntut pendekatan multidimensional dengan kerangka teoritik dan metodologi yang relevan. Di luar persoalan kepastian dan pemaknaan historis, penulisan sejarah lokal juga dihadapkan pada unsur kewajaran sejarah (fairness) yang bersifat non-akademik. Berbagai kepentingan, orientasi filosofis, prasangka ideologis, seringkali menyelinap dengan sengaja ke dalam proses penulisan sejarah lokal. Dengan mengesampingkan persoalan yang disebutkan terakhir ini, penulisan sejarah lokal ke depan harus tetap bertumpu pada prinsip-prinsip teori dan metodologi sejarah kritis agar dapat memberi kontribusi positif bagi pengembangan penulisan sejarah nasional yang bercorak indonesiasentrisme. Abstract: local history is attracting to be discussed because of two reasons. Firstly, the limitation of local creates some problems. This is caused by the change of scope and meaning. The term of local is also faced with the antonym term of regional, national, or global. The meaning of local is flexible but changes based on the spirit of age. Therefore, the writing of local history faces not only the scarcity of historical sources but also the need of multidimentional approach and relevant theoretical framework and methodology. In addition, the matter of historical fairness contributes to the complexity of historical study. Some interests, philosophical orientation, and ideological prejudice are often to shape the local historiography. Local history writing should be directed into the base of theoretical principles and methodology in order to give positive contribution for develping the writing of national history based on Indonesiacentrism perspective.
doi:10.17977/um020v11i12017p123 fatcat:cltecarjubcgndbmsiordr432y