Rancang Bangun Sistem E2OV (Electronic – Election Observation and Voting) Menggunakan SMS

Satrio Agung Wicaksono, Raden Arief Setyawan, Issa Arwani, Admaja Dwi Herlambang
2018 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer  
<span>Data valid tentang popularitas dan elektabilitas yang</span><span lang="IN"> bersumber</span><span lang="IN">secara </span><span>langsung dari masyarakat menjadi </span><span lang="IN">faktor</span><span> penting dalam analisis kader partai untuk diusung menjadi calon legislatif</span><span lang="IN"> dalam kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada)</span><span>. Perancangan sistem E2OV (Electronic - Election Observation and Voting) menggunakan SMS </span><span lang="IN">(Short Message
more » ... ">(Short Message Service) </span><span>akan mempermudah dalam mendapatkan data </span><span lang="IN">tersebut</span><span>.</span><span lang="IN"> Penelitian bertujuan untuk merancangan sistem observasi dan perolehan suara pemilihan secara elektronik berbasis SMS, melakukan transformasi data dari format SMS yang dikirim dengan struktur table dalam database, dan melakukan ujicoba dari sistem yang dirancang sehingga diperoleh data yang valid untuk proses analisa lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah R&amp;D (research and development) yang terdiri dari tahap pra penelitian, identifikasi masalah, analisis, desain sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa: (1) hasil rancangan</span><span>sistem E2OV</span><span lang="IN"> terdiri dari beberapa elemen, yaitu cellular operator cloud, SMS gateway, modem, database server, web server, dan internet cloud; (2) transformasi data menghasilkan data dengan beberapa karakteristik, yaitu data yang dikirimkan oleh pengirim formatnya telah terstandar, tiap gateway memiliki kemampuan untuk menerima SMS sebanyak dua SMS per menit, dan diperkirakan dapat menerima 1000 SMS dalam waktu bersamaan; (3) hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh data sebanyak 1200 data dapat diselesaikan dalam waktu 6 jam dengan menggunakan enam buah modem.</span>
doi:10.25126/jtiik.201851399 fatcat:likv3xl3j5fofjxkwgvbkabpzy