Evaluasi Hidrolis Jaringan Distribusi Air Minum Sistem Beber PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon

Maharani Anastasya Sukmawardani, Mohamad Rangga Sururi, Arief Dhany Sutadian
2021 Jurnal Teknologi Lingkungan  
Water loss is a severe problem in the drinking water supply system as it disrupts the continuity of the drinking water supply. The Water loss is a severe problem in the drinking water supply system as it disrupts the continuity of the drinking water supply. The largest proportion of water losses is usually found in distribution systems. This study was located in the Beber water supply system, PDAM Tirta Jati Cirebon Regency. The study aimed to evaluate the hydraulic condition and give
more » ... and give improvement recommendations for the Beber piping network system distribution. This research performed the International Water Association (IWA) water balance concept through water production and water usage data. Furthermore, the hydraulic condition is evaluated using water usage, ground-level elevation, water usage pattern, and the existing distribution network's technical data. The evaluation was conducted by simulation using EPANET 2.0 from the Environmental Protection Agency (EPA), which then compared to the design criteria listed in Permen PUPR No. 27 2016. The results show a 44.38% percentage of water loss due to a pipe leak. Simulation results showed a segment of pipe having velocity less than 0.3 m/s (43.31%), and all nodes had pressure below 12.4 MPa. The simulation results also showed some nodes had pressure greater than 100 mKa and exceeded the HDPE SDR 17 pipe's maximum capacity. This condition causes many pipe leaks that occur in the system, so it is recommended to install a Pressure Reducing Valve (PRV) and change of pipe diameter. The study also suggests establishing a District Meter Area (DMA) to detect pipe leak points. Keywords: water loss, distribution network, pipe leakage, DMA, EPANET 2.0. ABSTRAK Kehilangan air merupakan masalah serius dalam Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) karena mengganggu kontinuitas penyediaan air minum. Kehilangan air terbesar biasanya ditemui pada sistem distribusi termasuk pada SPAM Beber milik PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon. Tujuan studi ini adalah untuk melakukan evaluasi hidrolis dan memberikan rekomendasi perbaikan pada sistem jaringan perpipaan distribusi SPAM Beber. Evaluasi dilakukan dengan konsep neraca air sesuai standar International Water Association (IWA) dengan menggunakan data debit produksi dan pemakaian air. Selanjutnya dilakukan evaluasi hidrolis jaringan menggunakan data pemakaian air, elevasi muka tanah, pola pemakaian air, serta data teknis jaringan distribusi eksisting. Evaluasi dilakukan dengan membuat simulasi hidrolis menggunakan software EPANET 2.0 dari Environmental Protection Agency (EPA) yang kemudian dibandingkan dengan kriteria desain yang tercantum dalam Permen PUPR No. 27 Tahun 2016. Hasil evaluasi menunjukkan persentase kehilangan air mencapai 44,38% akibat kebocoran pipa. Hasil simulasi hidrolis menunjukkan, terdapat segmen pipa yang memiliki kecepatan aliran kurang dari 0,3 m/detik (43,31%) dan seluruh nodes memiliki sisa tekan dibawah 12,4 MPa. Hasil simulasi juga menunjukkan terdapat nodes yang memiliki sisa tekan sebesar 100 mKa dan melebihi kapasitas maksimum dari pipa HDPE SDR 17. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kebocoran pipa yang terjadi pada sistem, sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan pemasangan PRV dan pergantian diameter pipa. Penataan District Meter Area (DMA) juga dapat dilakukan sebagai solusi untuk mempermudah pendeteksian titik kebocoran pipa. Kata Kunci : kehilangan air, jaringan distribusi, kebocoran pipa, DMA, EPANET 2.0.
doi:10.29122/jtl.v22i1.4088 fatcat:qkveqpnowjdarc2vv2yubh4wvu