Simulasi Over Current Relay (OCR) Menggunakan Karateristik Standar Invers…….………Selamat Meliala SIMULASI OVER CURRENT RELAY (OCR) MENGGUNAKAN KARATERISTIK STANDAR INVERSE SEBAGAI PROTEKSI TRAFO DAYA 30 MVA

Selamat Meliala
unpublished
ABSTRAK Penelitian ini merupakan simulasi kerjanya OCR pada sistem penyulang distribusi tegangan 20 kV, dengan gangguan hubung singkat tiga fasa yang merupakan salah satu permasalahan yang timbul pada transformator daya 30 MVA dalam sebuah Gardu Induk. Relay arus lebih (OCR) merupakan relay proteksi yang bekerja dengan Pemutus Tenaga (CB) yang berfungsi sebagai pengaman untuk melindungi peralatan apabila terjadi arus lebih yang permanen. Saat gangguan hubung singkat terjadi yang besarnya
more » ... ang besarnya melebihi nilai setting arus pada relay arus lebih (OCR), sehingga relay arus lebih bekarja dengan sistem penundaan waktu standar inverse yang akan menunda waktu bekerja selama waktu tertentu untuk memberi sinyal trip pada Pemutus Tenaga (CB) dimana bekerja sesuai dengan setting waktu yang ditentukan. Simulasi dijalankan menggunakan Simulink Power System Blokset (PSB), bahwa relay bekerja lebih cepat saat gangguan tiga fasa pada jarak yang lebih dekat dengan trafo yaitu pada jarak 20% arus gangguan sebesar 5068,92 Amper dengan waktu kerja relay adalah 0,6 detik. sedangkan pada jarak 100% arus gangguan sebesar 2378,87 Amper dengan waktu kerja relay adalah 1,34 detik, dimana relay bekerja berdasarkan basar arus gangguan yang terjadi, semakin besar arus gangguan yang terjadi pada penyulang maka semakin cepat relay bekerja untuk memberi sinyal trip ke CB. Kata Kunci: OCR, CT, Transformator Daya I. PENDAHULUAN Listrik merupakan bentuk energi yang paling cocok dan nyaman bagi manusia, tanpa listrik masyarakat sekarang tidak akan menyenangkan. Makin bertambahnya konsumsi listrik di seluruh dunia menunjukkan kenaikan standar kehidupan manusia. Energi listrik pada umumnya dibangkitkan oleh pusat pembangkit energi listrik biasanya jauh dari tempat pelanggan berada. Untuk itu di butuhkan sistem transmisi dan distribusi untuk menyalurkan energi listrik ke konsumen. Penggunaan proteksi pada sistem tenaga listrik merupakan bagian yang penting di bidang kelistrikan, gardu induk bayu merupakan tempat pusat pengaturan kebutuhan pembebanan di wilayah aceh utara dan sekitarnya, Selain itu gardu induk bayu berfungsi sebagai pusat proteksi peralatan sistem tenaga listrik dan sebagai pusat proses penormalan terhadap gangguan-gangguan pada jaringan distribusi. Salah satu masalah yang dapat menyebabkan kendala dalam menjaga kehandalan sistem distribusi adalah gangguan hubung singkat tiga fasa, Gangguan ini dapat mengakibatkan kenaikan arus yang drastis pada sistem tenaga listrik, dan jika gangguan tersebut tidak dihilangkan (diputuskan), maka dapat merusak peralatan-peralatan listrik dan dapat menyebabkan kerusakan pada trafo yang disebabkan oleh terjadinya gangguan hubung singkat tiga fasa pada sistem distribusi. Apabila nantinya terjadi gangguan seperti hubung singkat tiga fasa, maka sistem proteksi relay OCR akan bekerja sesuai fungsinya sebagai pengaman, sehingga stabilitas tenaga listrik akan berlangsung. Misalkan terjadi gangguan pada incoming 20 kV yang mengakibatkan tripnya PMT (Pemutus Tenaga), sehingga mengakibatkan usia atau kinerja trafo menurun dan pemadaman yang luas. Untuk menghindari kejadian gangguan tersebut dan juga untuk mencegah kerusakan pada transformator maka diperlukan proteksi yang handal, pada disisi incoming 20 kV. Dalam hal ini proteksi yang digunakan pada transformator adalah relay OCR untuk menjaga apabila terjadi gangguan yang tidak diduga pada jaringan distribusi yang dapat menyebabkan kerusakan terhadap trafo daya, seperti gangguan hubung singkat 3 phasa. Dari sini dapat dikaji sebagai bahan penelitian yang dapat dilakukan dengan cara menghitung dan menganalisis arus gangguan 3 fasa dengan menggunakan Simulink Power System Blokset yang akan menyebabkan Over Current Relay (OCR) akan bekerja yang terpasang pada incoming 20 kV transformator 30 MVA di Gardu Induk Bayu. II. TINJAUAN PUSTAKA a. Setting Relay Arus Lebih Relay ini bekerja dengan membaca input berupa besaran arus kemudian membandingankan dengan nilai setting, apabila nilai arus yang terbaca oleh relay melebihi nilai setting, maka relay akan mengirim perintah trip (lepas) kepada Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) setelah memberi tunda waktu yang diterapkan pada setting. Untuk menentukan waktu kerja relay menggunakan standar inverse dapat digunakan rumus sebagai berikut[1]:
fatcat:2uq4um63h5allcxgshdro2nncu