STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SLEMAN

Hendro Widodo, Pendidikan Guru, Sekolah Dasar, Ahmad Dahlan, Yogyakarta Kunci, Kepala Sekolah, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar
unpublished
This study aims to determine: 1) leadership of the principal in developing character education at Muhammadiyah Primary School Sleman; and 2) Factors that become the principal obstacle in developing character education at Muhammadiyah Sleman Elementary School. The research approach used in this research is qualitative approach. Subjects were principals, teachers and students. Determination of research subjects conducted by purposive sampling technique. Technique of collecting data is done by
more » ... data is done by using method of interview, observation, and documentation. Types of data analysis using Miles and Huberman model are data reduction, display data, and conclusion drawing/verification data. The role of the principal as a leader in the school is in the form of continuous guidance in modeling, teaching, and reinforcing the good of all the citizens of the school (teachers, students, and employees). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter di Sekolah Dasar Muhammadiyah Sleman; dan 2) Faktor yang menjadi kendala kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter di Sekolah Dasar Muhammadiyah Sleman. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purpose sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jenis analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Peran kepala sekolah sebagai pimpinan di sekolah adalah dalam bentuk melakukan pembinaan secara terus-menerus dalam hal pemodelan (modeling), pengajaran (teaching), dan penguatan karakter (reinforcing) yang baik terhadap semua warga sekolah (guru, siswa, dan karyawan). PENDAHULUAN Secara historis konstitusional maupun kurikuler, pendidikan karakter sudah menjadi bagian integral pendidikan nasional di Indonesia. Namun dalam kehidupan sehari-hari terdapat sejumlah ketimpangan sosial dan moral, baik di tataran pejabat publik, pemerintahan, masyarakat umum, bahkan dalam kehidupan pelajar yang mengindikasikan belum
fatcat:6ml5xbptbzgzfgsbkkha5kplzu