Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi PERBANDINGAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) DAN ORDINARY LEAST SQUARE (OLS) DALAM PEMODELAN KETIMPANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH

Fakultas Matematika, Dan Ilmu, Pengetahuan Alam, Lia Janah, Tianiwahyu Utami
unpublished
Inequality is a state where there is an imbalance between each other. Inequality indicates the unevenness of development that runs in an area.In Central Java, the problem of inequality among people still exists in daily life. Geographically Weight Regression method is a method that yields model parameter estimators that have localized properties at each point or location. While OrdinaryLeast Square method is a linear regression that doesn't have territorial element. In this study aims to
more » ... tudy aims to modeling the inequality problem that occurred in Central Java using Geographically Weight Regression method that has the nature of localization at the point and Ordinary Least Square method. Data taken from Central Statistics Agency (BPS) 2015. Through Geographically Weight Regression method can be concluded that 2 variables effect on imbalance with α 10% is variable of Total population (0,4078) and Labor (0,9502). While the influential OLSmethod is the Human Development Index and Averageper-capita expendixture. AIC value of GWRis smaller than OLS Method (93.45184<105.1492)Which is mean GWR methodbetter than OlS in modelling inequality at Central Java. 1. PENDAHULUAN Masalah ketimpangan merupakan salah satu masalah nasional yang masih terus diupayakan untuk diatasi. Adanya ketimpangan menunjukkan masih belum ratanya pembangunan di suatu wilayah tersebut dan pertumbuhan ekonominya belum berkualitas. Pengukuran ketimpangan menggunakan data rasio gini. Rasio gini merupakan ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan yang sempurna). Rasio gini di Indonesia pada Maret 2016 sebesar 0,39 (BPS Indonesia). Artinya 1% orang menguasai 39% kekayaan, sedangkan 61 % lainya dibagi merata dengan 99% orang lain. Ini jelas menjadi pekerjaan pemerintah untuk mempertahankan angka rasio gini sesuai target atau malah lebih kecil karena banyak kemungkinan faktor-faktor ekonomi pada tahun 2017 yang akan mempengaruhi rasio gini. Di Jawa Tengah rasio gini tahun 2016 sebesar 0,37. Angka rasio gini tersebut menurun dari tahun 2015 yaitu sebesar 0,38. Artinya di Jawa Tengah terjadi perbaikan pemerataan ekonomi. Berbagai penelitian yang berkaitan dengan angka ketimpangan (rasio gini) telah dilakukan, diantaranya Ketimpangan Distribusi Pendapatan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Purbalingga (Badriah et al.,2006), Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan Distribusi Pendapatan di Pulau Jawa (Nurlaili,
fatcat:xqe4xvwx25cjhmj4wjqhkpjzpe