Longevity and development of Aedes aegypti larvae to imago in domestic sewage water

Martini Martini, Yuniar Triasputri, Retno Hestiningsih, Sri Yuliawati, Susiana Purwantisasi
2019 Journal of the Medical Sciences  
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) caused by dengue virus transmitted by Aedes aegypti (Ae. Aegypti) that lives and breeds in clean water. The aim of the study was to analyze the difference of the longevity and development of Ae. aegypti larva in the difference pH of domestic sewage water. This experimental used post only control group design to analyze population of Ae. aegypti instar III larvae which was bred in the Entomology Laboratory of the Faculty of Public Health, Diponegoro University,
more » ... oro University, Semarang, Central Java. The number of tested larvae was 25 per media with six replications. Thus, the total number of larvae was 750. Data were analyzed using Kruskal Wallis and followed by Mann Whitney test. The result showed that Ae. aegypti larva could survive and breed to be mosquitos in the domestic sewage water with various pH levels. There was significant difference between the number of larvae transforming to pupa (p=0.002), pupa to imago (p=0.001), and the number of survival imago until second week (p<0.001) in the domestic waste water with various pH levels. Other findings revealed that people tended to wash away larvae they found in the water, but still used the water for daily live. As a result, the larvae bred in the domestic sewage water. Therefore, elimination breeding place (EBP) program needs to be socialized to make people aware of either domestic waste water or domestic clean water. ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue ditularkan oleh Aedes aegypti (Ae. aegypti) yang hidup dan berkembangbiak di air bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan umur panjang dan perkembangan larva Ae. aegypti dalam perbedaan pH air limbah domestik. Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol postonly untuk menganalisis populasi larva Ae. aegypti instar III, berkembangbiak di Laboratorium Entomologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Jumlah uji larva adalah 25/media dengan enam ulangan. Dengan demikian, jumlah total larva adalah 750. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis dan diikuti dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva Ae. aegypti dapat bertahan hidup dan berkembangbiak menjadi nyamuk di air limbah domestik dengan berbagai tingkat pH. Ada perbedaan yang signifikan antara jumlah larva yang berubah menjadi pupa (p = 0,002), pupa menjadi imago (p = 0,001), dan jumlah imago yang bertahan hingga minggu kedua (p <0,001) di air limbah domestik dengan berbagai tingkat pH. Temuan lain mengungkap bahwa orang cenderung membuang larva yang ditemukan di dalam air, tetapi masih menggunakan air untuk kehidupan sehari-hari. Akibatnya, larva berkembang biak di air limbah domestik. Oleh karena itu, program pemusnahan tempat perindukan nyamuk perlu disosialisasikan agar masyarakat sadar akan air limbah domestik atau air bersih domestik. 326
doi:10.19106/jmedsci005104201906 fatcat:2viyxe37eze6pg44rldrwgmqwi