Konsentrasi Pelepasan CO 2 Cacing Tanah Kaitannya dengan Perilaku Petani dalam Penggunaan Lahan

Sri Dwiastuti, Sajidan
unpublished
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran cacing tanah terhadap konsentrasi CO 2 , kaitanya dengan perilaku petani dalam penggunaan lahan. Penelitian ini difokuskan pada cacing tanah musim kemarau dalam berbagai lahan. Lokasi penelitian adalah areal penggunaan lahan hutan, agroforestri kompleks, agroforestri sederhana, jati, jati-akasia dan kacangtanah didaerah Gondangrejo Karanganyar, merupakan lahan kering berbasis kapur yang miskin hara, yang semula hutan rakyat diubah menjadi lahan
more » ... menjadi lahan pertanian, alih guna lahan ini merupakan salah satu penyebab meningkatnya emisi CO 2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang didukung oleh data kuantitatif dan kualitatif. Data yang dikumpulkan didapatkan dari dokumentasi, observasi, eksperimen lapang, wawancara dan angket.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepadatan cacing tanah akan berdampak pada peningkatan konsentrasi CO 2 yang akan diakhiri dengan peningkatan emisi CO 2 di atmosfer. Ada hubungan yang sangat kuat antara perilaku petani dalam hal umur, pengalaman dalam bertani, pendidikan akhir dan aktivitas keikut sertaan dalam penyuluhan dengan kepadatan cacing tanah. Ada hubungan yang kuat antara perilaku manusia berupa umur petani dengan konsentrasi CO 2 , sedang perilaku berupa pengalaman bertani, pendidikan dan aktivitas penyuluhan, pemupukan dan pemakaian pestisida bergerak dari hubungan cukup sampai sangat rendah.. 1. PENDAHULUAN Saat ini perubahan iklim bukan hanya menjadi sebuah isu, tetapi telah berkembang menjadi suatu ancaman. Fenomena perubahan iklim ini terutama disebabkan karena terjadinya pemanasan global sebagai konsekuensi meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK), terutama gas CO 2 di atmosfer. Kini, usaha-usaha untuk menurunkan emisi CO 2 merupakan isu utama dari setiap pemerintahan dan industri di dunia. Negara-negara maju dan berkembang telah membuat kebijakan dan program-program penurunan emisi CO 2 sebagai usaha mitigasi mengatasi pemanasan global. Implementasi dari adanya kebijakan dan program-program tersebut tentunya akan memberikan dampak secara langsung terhadap kegiatan industri energi dan proses pengambilan keputusan dalam investasi. CO 2 merupakan salah satu gas rumah kaca (GRK) penyebab pemanasan global. Dikatakan oleh Hairiah, et al. 2006 bahwa adanya alih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian dengan biodiversitas tanaman yang lebih rendah, menyebabkan berkurangnya tingkat layanan lingkungan baik pada skala plot (lahan) maupun pada skala lansekap (Daerah Aliran Sungai, DAS) dan global. Cara untuk memelihara atau mempertahankan kesuburan adalah dengan memciptakan penggunaan lahan dalam kondisi ekosistem alami (Barrow, 1991, cit Maylinda et al, 2003.) Peningkatan kepadatan populasi cacing tanah dapat dipengaruhi oleh kelembaban tanah dan vegetasi yang ada dipermukaan tanah (Römbke, J., Schmidt, P., Höfer, H. 2009). Dilaporkan oleh Fraser,M.P et al (2003) dalam sebuah percobaan laboratorium bahwa interaksi antara cacing tanah, mikroba tanah dan akar tanaman mempengaruhi pemulihan dari tanah garapan yang terdegradasi. CO 2 yang dikeluarkan oleh aktivitas cacing akan menurun bilamana tanah pertanian tersebut mengalami degradasi (Simek,M., dan Pizl,V.2010). Gas CO 2 dapat dimanfaatkan oleh berbagai vegetasi untuk proses fotosintesis, oleh karena itu keberadaan tutupan lahan berperan penting dalam mereduksi emisi CO 2. Cacing tanah merupakan makrofauna yang keberadaannya di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh tutupan lahan. Populasinya dipengaruhi oleh makanan yang tersedia pada ekosistem tersebut, yang berasal dari seresah tanaman dan berbagai sisa organik dari organisme lain, serta kondisi iklim mikro. .Masukan serasah
fatcat:p373h7ny4zeqdhyjpyqbymd6ku