KEPEMIMPINAN PARA PEREMPUAN MUSLIM DARI KERAJAAN ACEH DARUSSALAM (1641-1699)

Dedeh Mursyi
2017 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam  
History of Acehnese women who fought heroically and patriotic; They are not only willing to fight in the battlefield, but also in political leadership, recorded that Aceh led by sultanah (women leaders) for 59 years. This long history proves that Acehnese women have been selfserving in various fields, both as low-level leaders up to the highest leaders in society. The courage and crookedness of Acehnese women is extraordinary, especially in defending the ideals of nationality and religion.
more » ... and religion. Therefore, Aceh deserves to be called the emancipation pioneer. Abstrak Sejarah perempuan Aceh yang berjuang dengan heroik dan patriotik; mereka bukan hanya rela berjuang dalam medan perang, namun juga dalam kepemimpinan politik, tercatat Aceh dipimpin oleh sultanah (sultan perempuan) selama 59 tahun. Sejarah panjang ini membuktikan bahwa perempuan Aceh telah mendarmabaktikan diri dalam berbagai bidang, baik sebagai pemimpin di tingkat rendah sampai dengan pemimpin tertinggi di masyarakat. Keberanian dan kesatriaan perempuan Aceh sungguh luar biasa, terlebih dalam mempertahankan cita-cita kebangsaan dan keagamaannya. Oleh karena itu, Aceh pantas disebut sebagai daerah pelopor emansipasi. Kata Kunci: kepemimpinan perempuan, kerajaan Aceh Darussalam
doi:10.24235/tamaddun.v5i1.1990 fatcat:6jw2w2az4bcu5oeitfosnrsu4i