HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA

Wina Winingsih, Tetti Solehati, Taty Hernawaty
2019 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal  
Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, pada masa ini terjadi berbagai perkembangan fisik maupun non fisik yang dapat meningkatkan hasrat seksual pada remaja. Permasalah yang sering terjadi pada remaja yaitu perilaku seksual. Konsep diri dapat mempengaruhi perilaku seseorang termasuk perilaku seksual beresiko. Remaja dengan konsep diri rendah rentan melakukan perilaku seksual beresiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan
more » ... ep diri dengan perilaku seksual beresiko pada remaja. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 449 siswa di SMA "X" Kota Bandung, dengan teknik stratified random sampling didapatkan sampel sebanyak 212 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner Tennesse Self Concept Scale dan kuesioner perilaku seksual beresiko. Penelitian ini menggunakan analisa data univariat dan bivariat dengan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% responden memiliki konsep diri yang tinggi, kemudian sebanyak 50,5% responden berperilaku seksual beresiko tinggi. Terdapat hubungan antara konsep diri dengan perilaku seksual beresiko (p=0,018). Disarankan kepada institusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pendidikan kesehatan mengenai perilaku seksual beresiko pada remaja. Kata kunci: konsep diri, perilaku seksual beresiko, remaja THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF CONCEPT WITH SEXUAL RISK BEHAVIOR IN ADOLESCENCE ABSTRACT Adolescence is a period of transition from children to adults, during this time various physical and non-physical developments occur that can increase sexual desire in adolescents. Problem that often occurs in adolescents is sexual behavior. Self-concept can affect a person's behavior including risky sexual behavior. Teenagers with low self-concept are prone to high-risk sexual behavior. This study was descriptive correlative, design with cross sectional approach with aims to know the relationship between self concept with sexual risk behavior in adolescence at one of the high school in Bandung. The population was 449 students, and used stratified random sampling and obtained samples as many as 212 students. This study used two instruments, Tennesse Self Concept Scale questionnaire and sexual risk behavior questionnaire. This study used univariate dan bivariate with spearman rank data analysis. The results showed that 100% of the respondents have high self concept. Then, 50.5% of respondents behave sexually at high risk. The results of bivariate analysis showed p value <0.05 (0.018) which means there was a correlation between self concept with sexual risk behavior. It is recommended to health service institutions to improve health education regarding risky sexual behavior inadolescents. Keywords: self-concept, sexual risk behaviour,adolescence
doi:10.32583/pskm.9.4.2019.343-352 fatcat:2qs3klvdh5gqbgbbb5hxisuin4