ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ASUPAN MAKANAN PASIEN THALASEMIA DI RSUD BANYUMAS

Betty Irmawati, Agus Prastowo, J Supadi, Yuniarti Yuniarti
2017 JURNAL RISET GIZI  
: Nutritional deficiencies in long time can impair growth in thalassemia children, and the low energy reserves and existence of hypercatabolic make nutrition status of children leading to wasting condition. Result of initial survey in Instalation of Integrated Thalassemia Service, Banyumas Hospital, energy intake on thalassemia patient 54% is deficiency category. Objective : To find factors related to food intake on thalassemia patient who receive regular blood transfusion in Banyumas Hospital.
more » ... Banyumas Hospital. Methods : The kind of research is inferential with cross sectional design. The number of subject is 57 patients, age 6-15 years. Statistic analysis is used to chi square test. Results : The part of subject energy intake is deficit, with mean of energy intake is 85,74 ± 13,62% AKG. All of subject do not experience side effect of gastrointestinal disturbance from consuming iron chelation. 66,7% subject consume supplement according to doctor prescription, 57,9% subject have good of nutrition knowledge, and 63,2% subject get good support from family. Result of statistic analysis is p value for consuming supplement variabel is 0,003; 0,57 for nutrition knowledge and 0,01 for family support. Conclusion : There are relation about consuming supplement and family support with food intake, but there are no relation about nutrition knowledge with food intake. ABSTRAK Latar Belakang : Kekurangan gizi dalam waktu lama dapat menyebabkan lambatnya pertumbuhan pasien thalassemia, serta cadangan energi yang rendah dan adanya hiperkatabolik mengakibatkan status gizi anak menjadi kurus. Hasil survey pendahuluan di Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas, 54% pasien thalassemia asupan energinya termasuk dalam kategori kurang. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan makanan pasien thalasemia yang menjalani transfusi rutin di RSUD Banyumas. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah inferensial dengan rancangan cross sectional. Jumlah subjek penelitian adalah 57 pasien usia 6-15 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil :Hasil penelitian menunjukkan hampir sebagian subjek asupan makannya dalam kategori kurang, dengan rerata asupan energi mencapai 85,74±13,62% AKG. Seluruh subjek tidak mengalami pengaruh gangguan gastrointestinal dari konsumsi kelasi besi; 66,7%subjek mengkonsumsi suplemen sesuai dengan preskripsi dokter; 57,9% subjek memiliki pengetahuan gizi yang baik serta 63,2% subjek memperoleh dukungan keluarga yang baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p untuk variabel konsumsi suplemen 0,003, pengetahuan gizi 0,57, dan dukungan keluarga 0,01. Kesimpulan : Ada hubungan konsumsi suplemen dan dukungan keluarga dengan asupan makanan pasien thalassemia, serta tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan asupan makanan pasien thalassemia.
doi:10.31983/jrg.v5i2.4279 fatcat:hnkohijhy5d27l7xtrosdkqaxi