Jeruju (Acanthus ilicifolius): Biji, perkecambahan dan potensinya
Indonesian

RONY IRAWANTO
2015 unpublished
Jeruju (Acanthus ilicifolius): Biji, perkecambahan dan potensinya Seaholly (Acanthus ilicifolius): Seed, germination and uses Abstrak. Irawanto R, Ariyanti EE, Hendrian R. 2015. Jeruju (Acanthus ilicifolius): Biji, perkecambahan dan potensinya. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1: 1011-1018. Tumbuhan jeruju (Acanthus ilicifolius) termasuk dalam suku Acanthaceae. Jenis ini secara alami ditemukan pada daerah lahan basah (wetland) di muara sungai, sebagai vegetasi mangrove sejati. Karena habitatnya,
more » ... Karena habitatnya, jeruju tergolong tumbuhan akuatik emergent; dimana salah satu koleksi Kebun Raya Purwodadi yang menarik adalah koleksi tumbuhan akuatik. Disisi lain, daerah wetland seperti kawasan mangrove seringkali terkena dampak pencemaran karena berada di perairan estuari yang merupakan hilir sungai dan muara dari berbagai limbah. Pencemaran limbah cair dari pertanian, domestik, perkotaan bahkan industri, dapat merusak ekosistem perairan dan menganggu kesehatan manusia. Sedangkan jenis ini dijumpai tumbuh liar, sehingga berpontesi sebagai fitoteknologi lingkungan. Fitoteknologi merupakan konsep yang memusatkan peran tumbuhan sebagai teknologi alami untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan, dimana dominasi jeruju pada kawasan mangrove, merupakan indikator kerusakan ekosistem mangrove dan pencemaran lingkungan. Selain itu, jeruju juga diketahui sebagai tumbuhan hias dan obat. Kandungan senyawa kimia dalam A. ilicifolius berfungsi sebagai neuralgia, analgesik, antiinflammasi, antioksidan, antikanker, antileukemia, antimikroba, antijamur, antivirus, dan insektisida. Oleh karena itu penelitian perbanyakan (biji dan perkecambahan) jenis ini serta upaya mengungkap potensinya dalam fitoteknologi lingkungan perlu dilakukan. Biji jeruju bersifat ortodok-rekalsitran, berkecambah kurang dari 1 minggu dengan fase perkecambahan sekitar 1 bulan. Pertumbuhan bibit dari biji lebih lambat dibandingkan dari stek batang. Kata kunci: Jeruju, Acanthus ilicifolius, Kebun Raya Purwodadi, fitoteknologi Singkatan hst : hari setelah tanam Abstract. Irawanto R, Ariyanti EE, Hendrian R. 2015. Seaholly (Acanthus ilicifolius): Seed, germination and uses. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1: 1011-1018. Acanthus ilicifolius, commonly known as Sea Holly, is a species of shrubs or herbs, of the plant family Acanthaceae. This species is naturally found in wetland areas (wetland) at the mouth of river, as true mangrove vegetation. Because of habitat, sea holly is known as aquatic emergent plants. One of the interesting collections in Purwodadi botanical garden is the collection of aquatic plants. Different waste products containing in polluted water such as agricultural, domestic, industrial and even urban areas, can damage the aquatic ecosystem and disrupt human health. As this species is grown in wild habitat, so it has the potentiality to apply on environmental phytotechnology. Phytotechnology is a concept that addresses the role of plants as natural technology to solve environmental problems. With regarding this aspect, due to the dominance of sea holly in a mangrove area, it can be used an indicator of the extent of environmental pollution and damage in the mangrove ecosystem. Besides, A. ilicifolius is also known as an ornamental and medicinal plant. The chemical compounds in A. ilicifolius is used as neuralgia, analgesic, antiinflammation, antioxidant, anticancer, antileukemia, antimicrobial, antifungal, antiviral, and insecticide. Therefore, research propagation (seeds and germination) of this species needs to be practiced to uncover its uses or potentiality in phytotechnology. Seeds of A. ilicifolius are orthodox-recalcitrant, germinate less than 1 week and germination phase is around 1 month. The growth of seedlings from seeds is slower than steam cuttings.
doi:10.13057/psnmbi/m010509 fatcat:bcgnxhbmjngblmmdsrrmoq232i