PEMBERITAAN MEDIA ONLINE: STUDI KASUS KONFLIK BUDAYA "SEDEKAH LAUT" DI PANTAI BARU, NGENTAK, BANTUL, YOGYAKARTA

Eko Saputra, Iswandi Syahputra, Bono Setyo
2020 Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora  
Abstrak Penelitian ini menelisik tentang konflik Sedekah Laut melalui media online di Pantai Baru, Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Bantul-Yogyakarta. Berangkat dari fenomena sosial. Artikel ini membahas mengenai bagaimana media online melaporkan peristiwa konflik Sedekah Laut di Pantai Baru, bagaimana media online memposisisikan pemberitaanya terhadap kepentingan publik dan institusi medianya dan bagaimana media online membentuk fakta dan opini publik di masyarakat. Studi ini menggunakan metode
more » ... menggunakan metode kualitaif dengan pendekatan analisis isi kualitatif (qualitatif massage analisis). Hasil studi ini menunjukan bahwa konflik Sedekah Laut di Pantai Baru disebabkan oleh perbedaan interpretasi hukum Islam dalam memahami Sedekah Laut. Kelompok konservatif menilai, tidakan tradisi Sekekah laut ialah menyimpang dari Islam, dengan kata lain haram, syirik (yang dapat menyebabkan seorang bisa keluar dari Islam). Sementara kelompok Islam moderat dan respon masyarakat setempat, sedah laut tidak menyimpang dari nilai ajaran Islam. Justru dengan kehadiran tradisi tersebut, membuat masyarakat semakin religious, memperkuat keimananya dan menguatkan hubungan persaudaraan. Abstract The research examines the online media Sedekah Laut's conflict, the village of Ngentak, Poncosari, and Bantul-Yogyakarta. This article will discuss how the online media reported the Sedekah Laut's conflict at Pantai Baru, how does the online media position its reporting on the interests of the public and its media institutions, and how do online media shape public opinion and fact in people. The study involves a qualitative (qualitative-quantitative analysis). The results of this study indicate that different interpretations of Islamic law cause the conflict Sedekah Laut's in Pantai Baru's in understanding "Sedekah Laut". Conservative groups consider that the act of the Sedekah Laut tradition is deviating from Islam. In other words, haram, shirk (which can cause a person to leave Islam). While moderate Islamic groups and the local community's response, the Sedekah Laut does not deviate from Islamic teachings' values. By the presence of these Sedekah Laut's traditions, Precisely makes the community more religious, strengthens its faith, and strengthens brotherhood.
doi:10.23887/jish-undiksha.v9i2.17542 fatcat:ykg3mhz44bd65ann73ytj7v4rq