Perbandingan Pengaruh Return on Asset, Pertumbuhan Aset, Pertumbuhan Penjualan dan Managerial Ownership Terhadap Struktur Modal Perusahaan Multinasional dan Domestik di BEI

Murtiadi Awaluddin, Khaerah Amalia, Andi Sylvana, Rulyanti Susi Wardhani
2019 JURNAL MINDS Manajemen Ide dan Inspirasi  
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang memengaruhi struktur modal pada perusahaan manufaktur multinasional dan domestik di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tahun pengamatan 2012-2016 pada 10 sampel yang terbagi menjadi masing-masing 5 perusahaan multinasional dan 5 perusahaan domestik. Hasil penelitian menunjukkan ROA, pertumbuhan penjualan dan managerial ownership perusahaan multinasional berpengaruh secara signifikan
more » ... signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan untuk perusahaan domestik, pertumbuhan aset, pertumbuhan penjualan dan managerial ownership berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal. Uji beda menunjukkan terdapat perbedaan managerial ownership dan struktur modal, dan tidak berbeda pada ROA, pertumbuhan aset dan pertumbuhan penjualan antara perusahaan multinasional dan domestik. Abstract: This study aims to determine the differences that affect the capital structure of multinational and domestic manufacturing companies on the Indonesia Stock Exchange. This study uses a quantitative method within 2012-2016 in 10 samples divided into 5 multinational companies and 5 domestic companies. The results showed that ROA, sales growth and managerial ownership had a significant effect on capital structure in multinational companies; on the other hand, they are asset growth, sales growth, and managerial ownership for domestic companies. Difference tests show that only managerial ownership and capital structure are different, but not to ROA, asset growth and sales growth between multinational and domestic companies. 114 PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi di dunia semakin hari semakin pesat. Begitupun di Indonesia, perekonomian Indonesia sedang memasuki era pasar bebas yang kemudian menjadikan kegiatan ekonomi Indonesia ditopang oleh berbagai jenis industri. Secara garis besar, industri di Indonesia dijalankan oleh perusahaanperusahaan yang dibagi ke dalam dua kelompok yang mempunyai perbedaan status kepemilikan, yaitu: perusahaan milik asing yang disebut Manufacture Multinational Corporate (MNC) dan perusahaan milik domestik yang disebut Domestic Corporate (DC) (Soukotta, 2012). Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang terlibat dalam suatu bisnis internasional dan kepemilikan ekuitas di banyak negara. Sedangkan perusahaan domestik adalah perusahaan yang basis usahanya mencakup kegiatan ekonomi satu negara atau lingkup ekonomi nasional (Putri 2017;Handayan 2016; Maryanti 2016). Keputusan pendanaan perusahaan dapat dilihat dari struktur modalnya. Najmuddin (2011) menyatakan bahwa struktur modal merupakan penentuan tentang proporsi tertentu dari total modal yang dibutuhkan perusahaan yang akan didanai dengan hutang dan ekuitas. Untuk sumber pendanaan perusahaan, bisa berasal dari dana internal maupun eksternal perusahaan. Sumber dana perusahaan yang berasal dari dana internal berupa laba (keuntungan) perusahaan yang belum dibagikan, sedangkan pendanaan eksternal perusahaan berasal dari investor, dengan cara mengeluarkan surat berharga, baik surat hutang maupun saham. Salah satu sumber dana eksternal perusahaan yang sering dijadikan sebagai pertimbangan para manajer adalah hutang. Hutang menjadi salah satu sarana pendanaan yang menarik bagi perusahaan untuk rekapitalisasi atau restrukturisasi modal, karena hutang sebagai penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar bagi pemegang saham. Dalam lingkup trade off theory, Modigliani dan Miller menunjukkan bahwa penggunaan hutang akan selalu lebih menguntungkan daripada penggunaan modal sendiri (Brigham, Eugene F. & Houston 2010; Husnan dan Enni 2015). Myers dan Majluf (1984) berpendapat tujuan dari trade off theory adalah menyeimbangkan modal sendiri dengan modal luar. Rasio antara sumber dana pihak ketiga dengan hutang yang menggambarkan struktur modal perusahaan disebut DER (Debt to Equity Ratio). Rasio DER menunjukkan tingkat risiko suatu perusahaan dimana semakin tinggi rasio DER maka semakin tinggi risiko perusahaan. Menurut Brigham, Eugene F. & Houston (2010), para investor lebih tertarik pada tingkat DER tertentu yang besaran rasionya kurang dari satu, karena nilai DER perusahaan yang menunjukkan nilai lebih dari satu memberi arti bahwa koefisien hutang dalam suatu perusahaan lebih tinggi dari jumlah modal sendiri. Koefisien hutang
doi:10.24252/minds.v6i1.7965 fatcat:ibjfxk6ombbt7cbggcpiezdgvu