PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PREZI DENGAN POWERPOINT PADA MATA DIKLAT AKUNTANSI Novita Ayu Wulandari Luqman Hakim

Program Studi, Pendidikan Akuntansi, Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Program Studi, Pendidikan Akuntansi, Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi
unpublished
ABSTRAK Artikel ini berisi tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran Prezi dan Power Point terhadap hasil belajar siswa di smk negeri mojoagung. Metode dalam penelitian ini menggunakan True Eksperimen (eksperimen Murni) dengan desain Pretest Posstest Control Group Design. Latar dan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI AK 3 sebagai kelas Kontrol dan XI AK 4 sebagai kelas eksperimen di SMK Negeri Mojoagung dengan jumlah masing-masing kelas 39 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil
more » ... njukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran prezi memiliki rata-rata sebesar 88,07 lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran Power Point sebesar 84,35. Berdasarkan uji-t yang didapatkan dari bantuan alat hitung program SPSS dengan statistik uji independent samples test, menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,019 atau kurang dari 0,05. sehingga ditolak dan diterima. Ini artinya ada perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan media pembelajaran Prezi dengan kelas yang menggunakan media pembelajaran Power Point. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Prezi, Power Point, Hasil Belajar. PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangan kualitas sumber daya manusia. Yamin (dalam Rahmi,2012) mengatakan bahwa guru sebagai seorang pendidik harus mengetahui bahwa professionalisme seorang guru yang utama tidak hanya kemampuannya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuannya untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswanya. Menurut Fahmi (dalam Rahmi,2012) Salah satu inovasi yang menarik mengiringi perubahan paradigma tersebut adalah ditemukan dan diterapkannya model-model pembelajaran inovatif-progresif yang dengan tepat mampu mengembangkan dan menggali pengetahuan peserta didik secara konkret dan mandiri. Model pembelajaran yang tepat dapat diterapkan oleh guru, agar siswa menjadi lebih tertarik dan berminat untuk mengikuti pembelajaran. Kemudian kompetensi siswa dapat tercapai. Salah satunya adalah dengan model pembelajaran langsung. Model pembelajaran langsung dipilih karena materi dalam pelajaran akuntansi lebih banyak bersifat abstrak sehingga kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep akuntansi. Berkaitan dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran akuntansi tidak semua materi dapat dipahami siswa dengan hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan guru yang terbatas pada pembelajaran disekolah. Salah satunya adalah pada pokok bahasan penyusutan aktiva tetap yang menjelaskan tentang terjadinya perhitungan beban penyusutan aktiva tetap dengan menggunakan beberapa metode penyusutan untuk menghitung beban penyusutan aktiva tetap perusahaan pada setiap periodenya. Menurut Djamarah (2006:164), seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai keterampilan yang mendukung tugasnya dalam mengajar. Salah satu keterampilan tersebut
fatcat:dhrlwo3x7zbt3i44nr3yiiecvy