PENGEMBANGAN MEDIA CD ANIMASI INTERAKTIF SEBAGAI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH MATERI JURNAL UMUM PERUSAHAAN JASA

Linda Dwi, Wahyuningtyas Program, Studi Akuntansi, Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Joni Susilowibowo, Program Studi, Pendidikan Akuntansi, Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi
unpublished
Abstrak Artikel ini berisi tentang pengembangan media CD animasi interaktif sebagai pendukung implementasi pembelajaran berbasis scientific approach pada materi jurnal umum perusahaan jasa kelas X smkn 10 surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan produk berupa media CD animasi interaktif, (2) Mengetahui kelayakan produk media CD animasi interaktif, (3) Untuk mengetahui respon siswa mengenai media pembelajaran CD animasi interaktif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian
more » ... nis penelitian pengembangan dengan menggunakan teori dari Thiagarajan, Semmel dan Semmel yaitu Four D Models (4-D Models) yang terdiri dari define (pendefinisain), design (perancangan), develop (pengembangan), namun tanpa tahap Disseminate. Subyek dari penelitian ini adalah 20 siswa kelas X akuntansi 1 SMKN 10 Surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media CD animasi interaktif yang dikembangkan memperoleh skor persentase 79% dari ahli materi, 84% dari ahli media, dan 90% dari hasil uji coba terbatas. Sehingga secara keseluruhan didapatkan skor persentase sebesar 84,3% dan dapat disimpulkan bahwa media CD animasi interaktif sebagai pendukung implementasi pembelajaran berbasis scientific approach pada materi jurnal umum perusahaan jasa sangat layak digunakan di kelas X akuntansi SMK. Kata Kunci : Media pembelajaran, CD animasi interaktif, Scientific Approach, Jurnal umum perusahaan jasa. PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan yang berkualitas di Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah melakukan pengembangan kurikulum. Kurikulum merupakan salah satu unsur sumber daya pendidikan yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik atau ilmiah. Pengembangan kurikkulum 2013 ini menggunakan pendekatan saintifik (Scientific Approach) yang merupakan pendekatan ilmiah. Menurut (Kemendikbud, 2013) pembelajaran merupakan proses ilmiah, karena itu kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Kemendikbud (2013) memberikan konsepsi tersendiri bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi Observing (pengamatan), Questioning (bertanya), Associating (menalar), Exprimenting (mencoba), Networking (mengkomunikasikan) untuk semua mata pelajaran. Selain dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkontruksi pengetahuan dan keterampilannya, Scientific Approach juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Pendidikan yang baik dapat dicapai bila pelajar dapat menjalankan proses belajar dengan baik. Keberhasilan dari proses belajar seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menurut Slameto (2010) dapat dibagi menjadi dua macam yaitu faktor yang berasal dari diri siswa (internal factor), dan faktor yang berasal dari luar diri siswa (eksternal factor) meliputi lingkungan sosial dan non-sosial, serta pendekatan belajar yang
fatcat:qhpwx3tbmnaw5h2dcnetdvuqa4