KARAKTERISTIK BISKUIT (CRACKERS) YANG DIFORTIFIKASI DENGAN KONSENTRASI PENAMBAHAN TEPUNG IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) BERBEDA

Widya Ernisti, Slamet Riyadi, Fitra Mulia Jaya
2019 Jurnal ilmu-ilmu perikanan dan budidaya perairan  
1 Alumni Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang 2 Staf Pengajar Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang Abstrak Biskuit merupakan jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia. Permasalahan rendahnya kandungan protein dan kalsium biskuit (crackers) diduga dapat diatasi dengan penambahan atau substitusi bahan dasar tepung terigu dengan bahan tepung lain yang kaya protein dan kalsium. Diduga ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) yang kaya protein dan kalsium
more » ... ein dan kalsium dapat diolah menjadi tepung dan diaplikasikan pada pengolahan produk biskuit (crackers). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik biskuit (crackers), mengetahui nilai mutu kimia biskuit (crackers) dan mengetahui nilai mutu organoleptik pada biskuit (crackers). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf 1 (satu) perlakuan, 5 (lima) perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) pada pengolahan biskuit (crackers) dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu: 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, (dari berat tepung terigu). Hasil penelitian karakteristik biskuit (crackers) yang difortifikasi dengan konsentrasi penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) yang berbeda. Dapat diperoleh bahwa C2 (10% Tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus)) lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypothalamus) yang lain. Abstract Crackers are foods that are commonly consumed by all ages. Problems of low protein content and calcium crackers (biskuit) are supposed to be overcome by the addition or substitution of wheat flour with with are rich in protein and calcium, other ingredient which rich in protein and calcium. Catfish (Pangasius Hypopthalmus) with rich in protein and calcium could processed to be flour and applied to processing of crackers (biskuit): in assumption. The objective of the research is to study (1) the physlc characteristics of crackers (biskuit) which fortified with catfish (Pangasius Hypopthalmus) flour. (2) chemical quality values of catfish (Pangasius Hypopthalmus) crackers (biskuit). (3) organoleptic quality. The research used Completely Randomized Design (CRD) with level 1 (One) treatment, each treatment was 3 (three) replications. The treatment in the addition of catfish (Pangasius hypophthalmus) flour in the processing at different concentrations, namely: 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, (of wheat flour weight). The results are C2 (10% of Patin Fish flour) best treatment in the processing at different concentrations.
doi:10.31851/jipbp.v13i2.2855 fatcat:lapn5i3vofhmbatzrqw5cp7zfu