KAJIAN SATYA LAKSANA BIMA TERHADAP GURU DRONA MASIH RELEVAN SEBAGAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA WAYANG LAKON DEWA RUCI

I Wayan Surija
2019 Pasupati  
Peneliti ini membahas mengenai nilai-nilai pendidikan satya terhadap Bima dimana pada karakter Bima di dalam pewayangan Mahabharata lakon dewa ruci. Tema ini diambil karena ketertarikan pada tokoh Bima dalam pewayangan Mahabharata. Di balik sosok yang angkuh keras dan arongan Bima memiliki hati yang baik, perwira, penegak kebenaran, jujur, ketulusan bakti kepada guru, sradha atau keyankinan, moral yang baik dan mental yang kuat. Sifat-sifat ini terdapat pada jiwa Bima dimana sifat ini bisa
more » ... sifat ini bisa menjadi hal yang sangat relevan pada masa sekarang dalam dunia pendidikan. Dalam aspek kejujuran Bima sangat mempunyai hati yang jujur kepada siapapun dalam masanya Bima menuntut ilmu pada gurunya Drona dan dia pun sangat jujur kepada gurunya.Dari Aspek ketulusan, Bima sangat tulus menerima apa yang ditugaskan pada gurunya demi dia menunjukan rasa bakti kepada guru yang ada dalam catur guru bakti kepada guru pengajian. Aspek mental sangatkah penting dalma suatu pendidikan, dimana mental yang kuat akan membuat suatu keberhasilan dalam suatu tugas apapun. Dalam aspek moral suatu aspek yang tak kalah pentingnya dimana moral adalah bagian daripada etika dan sopan santun serta disiplin dalam menempuh suatu pendidikan. Nilai-nilai ini lah ynag perlu kita contoh untuk generasi muda dalam menempuh pendidikan sekarang ini, dimana di jaman sekarang ini rendah nilai mental, moral, kejujuran, ketulusan dan sradha. Ketika Bima di perintahkan oleh gurunya Drona untuk mencari tirta amertha kamandalu di tengah laut, Bima memegang sifat yang ada dalam dirinya yaitu tulus, mental, moral, jujur, sradha atau keyakinan. Hal ini Bima pegang teguh demi suatu keberhasilan dalam suatu ujian dari gurunya. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan menggunakan metode studi dokumen atau kepustakaan. Penelitian ini mengungkapkan nilai karakter pada bima di dalam cerita pewayangan mahabharata lakon dewa ruci. Peneliti menemukan bahwa sosok yang keras tidak menjadi sebuah jaminan orang yang keras itu memiliki karakter yang tidak baik seperti kejujuran mental yang kuat, moral yang berertikan, sradha atau keyakinan yang kuat dan rasa yang tulus ikhlas patut di contoh oleh generasi masa kini.
doi:10.37428/pspt.v6i1.151 fatcat:fpar6inkm5f2nm43ghodnqbz44