Analisis Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Go Public di BEI Tahun 2006-2011)

Yuni Sitorus, Irsutami Politeknik, Negeri Batam, Jl Parkway, Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Manajemen
2013 Ekonomi dan Manajemen Bisnis |   unpublished
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen modal kerja (yang terdiri atas average collection period, inventory turnover in days, dan average payment period) terhadap profitabillitas. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan membandingkan tiga variabel penelitian yakni average collection period, inventory turnover in days, dan average payment period (independent variable) dengan profitabilitas/ROI (dependent variable). Menggunakan
more » ... able). Menggunakan sampel 12 perusahaan properti dan real estate, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa manajemen modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas Kata Kunci: Profitabilitas (ROI), average collection period, inventory turnover in days, average payment period. Abstract This study aimed to determine the effect of working capital manajemen on independence of profitability. The method used is regression analysis to compare the three variables is average collection period, inventory turnover in days, dan average payment period (independent variable) with the independence of profitability/ROI (dependent variable). Using a sample of 12 property and real estate companies, this study was able to prove that the working capital management significantly negative effect on profitability (ROI).. Keywords: Profitabilitas (ROI), average collection period, inventory turnover in days, average payment period. 1. Pendahuluan Pada dasarnya setiap perusahaan akan melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan selalu memerlukan dana, baik untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari maupun untuk membiayai investasi jangka panjang. Dana yang digunakan untuk melangsungkan kegiatan operasional sehari-hari disebut modal kerja. Modal kerja dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk membiayai kegiatan operasinya sehari-hari. Modal kerja yang telah dikeluarkan itu diharapkan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam jangka waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya (perusahaan dagang) atau jasa ditambah keuntungan yang maksimal. Modal kerja yang berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai kegiatan operasional selanjutnya. Modal kerja ini akan terus berputar setiap periodenya di dalam perusahaan (Riyanto, 2001). Modal kerja dalam perusahaan perlu ditelaah karena beberapa alasan antara lain: a. Tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan operasional sehari-hari. b. Sebagian besar waktu dari manajer dicurahkan untuk mengelola modal kerja perusahaan. c. Aktiva lancar dari perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa memiliki jumlah yang cukup besar dari total aktiva perusahaan. Modal kerja yang cukup memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dengan seekonomis mungkin dan perusahaan tidak akan mengalami kesulitan atau menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena adanya krisis atau kekacauan keuangan. Modal kerja yang berlebihan menimbulkan inefisiensi atau pemborosan dalam operasi perusahaan terutama dalam bentuk uang tunai dan surat berharga dapat merugikan Article History
fatcat:7wrr2hdla5fc3dwqwl26g2h2ui