PERTUMBUHAN MINI MARKET SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PASAR MODERN

Yenli Megawati
unpublished
The concept of Store Environment have become something of a trend around 1990 until now especially since economic crisis and interest rates on deposit accounts are not so attractive anymore besides shifting in consumer habits. The growth of mini markets as a business that adopts this concept has become really high in many parts of the world especially in Indonesia. The growth of mini markets have negative impact on local business or traditional markets but on the other hand, it also has
more » ... it also has positive impacts on job opportunities for community. PENDAHULUAN Pasar modern di sini maksudnya adalah swalayan yang mana pelayanan dilakukan sendiri oleh konsumen karena toko tidak menyediakan pramuniaga yang khusus melayani konsumen. Hal ini jelas berbeda dengan pasar tradisional yang mana pemilik ataupun karyawan toko masih dan harus melayani konsumen. Yang termasuk dalam kategori pasar modern ini antara lain mini market, supermarket dan hipermarket. Mini market merupakan pasar swalayan yang hanya memiliki satu atau dua mesin register saja atau sering disebut juga mesin kasir dan hanya menjual produk-produk kebutuhan dasar rumah tangga (basic necessities) yang telah dipilih terlebih dahulu, sedangkan supermarket yang juga merupakan pasar swalayan memiliki lebih dari dua mesin register dan juga menjual barang-barang segar (fresh goods) seperti sayur dan daging selain basic necessities yang juga lebih beragam daripada mini market. Hipermarket sendiri juga menjual basic necessities dan barang-barang segar yang lebih beragam dibandingkan supermarket, namun selain itu hipermarket juga menjual barang-barang white goods atau elektronik seperti mesin cuci, mesin penyedot debu, kulkas, air conditioner dan lainnya. Selain itu, hipermarket dan supermarket juga memiliki sarana perparkiran yang cukup luas yang mana luas lahan parkir dari hipermarket umumnya lebih luas dibandingkan dengan supermarket. Pasar modern (pasar swalayan) yang saat ini semakin marak, khususnya di Indonesia, menggunakan konsep Store Environment yang berfokus pada penjualan retail (eceran) dan langsung ke konsumen akhir. Konsep ini dirancang sedemikian rupa dengan mementingkan konsep kenyamanan bagi para pengunjung sehingga para pengunjung baik dengan tujuan awal untuk berbelanja atau hanya sekedar melihat-lihat dapat terangsang menjadi konsumen dan menghabiskan waktu serta berbelanja di mini market tersebut. Konsep Store Environment ini mulai berkembang di Indonesia sekitar tahun 90-an terutama semenjak krisis ekonomi dan tingkat suku bunga deposito tidak lagi menarik. Konsep ini mempunyai tiga konsep utama, yaitu: Store Image, Store Atmospheres, dan Store Theatres. Disamping itu, konsep Store Environment itu sendiri mulai dipadukan dengan konsep lain, seperti sistem waralaba atau Franchise System yang mempermudah para investor lain untuk mengembangkan usaha terutama bagi investor lokal yang belum memiliki pengalaman dalam mengelola dan mengoperasikan pasar modern. Sistem waralaba atau Franchise System ini juga mendorong pertumbuhan yang pesat dari pasar modern terutama pertumbuhan mini market dikarenakan investasi awal untuk mini market lebih rendah dibandingkan dengan investasi atas supermarket ataupun hipermarket. Jika tadinya pemilik atau investor dari mini market hanya memiliki modal untuk membuka satu atau dua gerai saja, maka dengan adanya sistem waralaba atau Franchise System ini dimungkinkan untuk membuka gerai dalam jumlah puluhan bahkan ratusan gerai. Gerai mini market yang hanya berjumlah sedikit, misalnya satu atau dua gerai saja, memiliki posisi tawar menawar (bargaining position) yang rendah dengan produsen dan sulit untuk mendapatkan kredit dari bank. Selain itu, dengan jumlah gerai yang sedikit berarti barang-barang yang dijual di gerai tersebut akan lebih mahal karena marjin yang diterima dari produsen ataupun supplier sangat kecil. Hal ini dapat diatasi dengan mengadopsi sistem waralaba atau Franchise System yang mulai berkembang saat ini yang memungkinkan tumbuhnya gerai-gerai mini market dalam jumlah puluhan bahkan ratusan. Bahkan dengan jumlah mini market yang sedemikian banyak, justru produsen yang akan mencari mini market untuk memasarkan produknya (bargaining position menjadi tinggi). Jadi dalam hal ini, sistem waralaba juga menjadi salah satu faktor pendukung
fatcat:6pde2imbnre3bkxb4jlvknsqea