FAKTOR FUNDAMENTAL MAKRO DAN SKIM BUNGA KREDIT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA BANK

Harmono Jurusan, Akuntansi Fakultas, Ekonomi Universitas, Merdeka Malang, Jl Terusan, Raya Dieng, No Malang
2012 | 132 | Jurnal Keuangan dan Perbankan   unpublished
This study aim to analysis the effect of macroeconomic fundamental and credit interest scheme to financial performance of conventional Bank in Indonesia. The operational of dependent variable, by using Capital Adequacy Ratio, non-performing loan, net interest margin, return on assets, and loan to deposits ratio. And the others hand,independent variable are measured by macroeconomics fundamental;i.e.Interest Rate of Indonesian Central Bank, inflation, and exchange rate of rupiah to US$.Credit
more » ... ah to US$.Credit interest scheme consist of working-capital credit interest rate, investment credit, and interest rate of consumption credit. Sampling technique,using purpo-sive sampling and the number of samples is conventional banks in Indonesia. Data will be analysis 2006-2010 monthly. Analysis technique isstructural equation model. The discovery results showed, the macroeconomic fundamental factors have significant to bank performance and dimension of credit interest scheme have role as intervening variable in supporting macro fundamental in influencing to financial performance of conventional banking in Indonesia. For represented of variables have any significant in contributed to each dimension can be described, for macroeconomic fundamental, all variable is significant to contribute in factor construct. For credit interest scheme was too all of variable, and bank performance just Capital Adequacy Ratio and Return on Assets. Sebagaimana lazimnya, motif operasi bank lebih berorientasi sebagai lembaga bisnis jasa keuangan yang memfasilitasi masyarakat yang kelebihan dana yang kurang produktif dengan masyarakat yang membutuhkan dana yang lebih produktif. Umumnya kalangan pengusaha dalam rangka mendukung operasional usaha dan kebutuhan investasi dalam mengembangkan usaha, serta me-menuhi kredit konsumsi bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk mendukung motif ber-konsumsi. Oleh karena itu, secara umum skim kredit perbankan dapat dibagi menjadi tiga kategori yakni, kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi. Kinerja bank sangat diten-tukan dari keuntungan antara spread bunga sim-panan dan bunga pinjaman, atau dalam operasi konsep bank syariah terkenal dengan istilah bagi hasil. Selain itu, keuntungan bank dapat diperoleh dari jasa pelayanan adminstrasi yang dikreasi dari manajemen perbankan itu sendiri, sebagai misal
fatcat:qq3wo7mxsjf2lbrceoc6obq4iq