Pengaruh Medium MS dengan Penambahan Arginin 100 ppm Terhadap Pertumbuhan Tunas Apikal Tebu (Saccharum officinarum) Varietas NXI 1-3, HW-1 dan THA Secara In-vitro

Jurnal Sains, Dan Seni Pomits
2013 unpublished
Abstrak-Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh medium MS modifikasi arginin 100 ppm yang digunakan terhadap pertumbuhan organogenesis eksplan nodus meristem apikal tunas pucuk tebu (Saccharum officinarum) pada varietas NXI1-3, HW-1 dan THA secara in vitro. Parameter yang dihitung adalah jumlah tunas yang terbentuk per eksplan dan panjang tunas tertinggi. Data yang diperoleh untuk tiap varietas tebu akan dianalisis dengan uji t dua sampel berpasangan (paired sample t-test) dengan
more » ... t-test) dengan taraf kepercayaan 95%. Arginin 100 ppm yang ditambahkan dalam medium MS digunakan oleh eksplan sebagai donor nitrogen. Sehingga penambahan arginin 100 ppm mampu memicu respon pertumbuhan tunas. Hasil penelitian ini adalah medium MS dengan penambahan arginin 100 ppm tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan organogenesis eksplan nodus meristem apikal tunas pucuk tebu (Saccharum officinarum) pada varietas NXI1-3, HW-1 dan THA. Kata Kunci-Arginin, tunas pucuk dan tebu (Saccharum officinarum) I. PENDAHULUAN erdasarkan hasil taksasi Dewan Gula Indonesia menunjukkan bahwa perhitungan produksi gula nasional tahun 2007 sekitar 2.350 juta ton, atau meningkat 43.000 ton dari produksi gula tahun 2006, yang hanya 2.307 juta ton. Sebelumnya produksi gula tahun ini diperkirakan turun 10-15%. Untuk mengatasi kemungkinan itu, Departemen Pertanian memperluas areal tanam tebu dari 396.000 Ha pada tahun 2006 menjadi 410.000 Ha di tahun 2007. Namun, dampak kemarau panjang di akhir tahun 2006 mengakibatkan turunnya perkiraan rendemen dari 7,78% menjadi 7,63%. Dengan demikian target produksi gula sebesar 2,66 juta ton tidak tercapai. Selama ini pabrik gula mengandalkan pasok bahan baku tebu rakyat, sehingga terjadi ketidakpastian pasokan bahan mentah bagi pabrik gula. Kurangnya bahan baku tersebut, maka perlu solusi untuk memperbanyak bibit dalam jumlah yang besar dan pertumbuhan yang seragam dalam waktu yang singkat dengan metode perbanyakan in vitro. Metode ini dapat menghasilkan bibit dalam jumlah yang besar tanpa memerlukan jumlah induk yang banyak, waktu yang relative singkat, dan bibit yang dihasilkan bebas penyakit. PT. Perkebunan Nusantara atau PTPN XI (persero) adalah salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di industri gula. PTPN XI (persero) secara rutin melakukan riset untuk mendapatkan varietas tebu yang unggul guna mendukung meningkatkan produktivitas gula nasional. Diharapkan tebu varietas baru memiliki kemampuan tumbuh yang semakin optimal. Varietas baru yang saat ini ada di PTPN XI (persero) adalah NXI 1-3, HW-1, dan THA. Selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui medium serta metode yang tepat untuk memperbanyak bibit dari varietas baru sehingga akan didapatkan bibit yang unggul untuk menunjang produksi gula nasional. Medium yang digunakan dalam penelitian ini adalah medium dasar Murashige & Skoog (MS) yang ditambah dengan arginin 100 ppm sebagai variabel bebas. Arginin merupakan asam amino yang membantu pertumbuhan eksplan sebagai sumber nitrogen. Eksplan yang dikulturkan berasal dari tunas pucuk pada nodus meristem apikal tanaman tebu. Pertumbuhan dan perkembangan eksplan ini mengarah pada bentuk organogenesis langsung yaitu dari tumbuhnya tunas dan akar pada eksplan. Penelitian inin bertujuan untuk mengetahui pengaruh medium MS modifikasi arginin 100 ppm yang digunakan terhadap pertumbuhan organogenesis eksplan nodus meristem apikal tunas pucuk tebu (Saccharum officinarum) pada varietas NXI 1-3, untuk mengetahui pengaruh medium MS modifikasi arginin 100 ppm yang digunakan terhadap pertumbuhan organogenesis eksplan nodus meristem apikal tunas pucuk tebu (Saccharum officinarum) pada varietas HW-1, dan untuk mengetahui pengaruh medium MS modifikasi arginin 100 ppm yang digunakan terhadap pertumbuhan organogenesis eksplan nodus meristem apikal tunas pucuk tebu (Saccharum officinarum) pada varietas THA. II. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2012 sampai dengan Pebruari 2013 di Laboratorium BUMN PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Persero Kota Surabaya, Jawa Timur. Tanaman tebu disediakan dari lokasi green house PTPN XI Persero umur 6 bulan dengan varietas tebu yang
fatcat:xi24xhjkfze7fgtol3zzntyig4