PENGARUH PERSEPSI DAN MINAT TERHADAP KEBERADAAN BAITUL MAL WATTAMWIL (BMT) DI KOTA PALEMBANG

Yulia Putri, Ahmad Syathiri
unpublished
Abstrak Tujuan Penelitian adalah 1) Mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan BMT di Kota Palembang 2) Mengetahui minat masyarakat terhadap BMT 3) Mengetahui pengaruh persepsi dan minat masyarakat terhadap BMT. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Variabel yang digunakan adalah variabel persepsi nilai keutamaan, persepsi nilai etika, persepsi nilai spiritualitas, variabel minat dan variabel keberadaan BMT. Teknik analisis menggunakan regresi linear
more » ... . Hasil temuan menunjukkan bahwa 1) Masyarakat memandang BMT dapat membantu usaha kecil, membantu mereka terbebas dari rentenir, dan produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan. Namun, persepsi nilai etika dan persepsi nilai spiritual tidak memberikan pengaruh terhadap keberadaan BMT, BMT yang juga sebagai jasa keuangan syariah justru sebagian besar masyarakat tidak mengenal (kesadaran merek belum terbangun) 2)Minat masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap keberadaan BMT, mereka bersedia memberikan rekomendasi dan informasi kepada teman sejawat dan keluarga untuk bergabung menjadi bagian dari mitra BMT 3) variabel persepsi nilai keutamaan dan variabel minat secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap keberadaan BMT. Kata kunci: Persepsi, Minat, BMT, Layanan, Etika dan Spiritualitas PENDAHULUAN Lembaga keuangan mikro mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha lembaga keuangan yang hadir di berbagai daerah. Lembaga keuangan mikro melakukan kegiatan di bidang jasa pengembangan usaha dan pembersayaan masyarakat. Baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha yang salah satunya adalah Baitul Maal Wattamwil (indukbmt.co.id). Baitul Maal Wattamwil (BMT) juga disebut koperasi jasa keuangan syariah. Berawal dari kebijakan pengelolaan BMT yang memfokuskan anggotanya pada sektor keuangan dalam hal penghimpunan dana dan pendayagunaan dana tersebut, maka bentuk yg idealnya adalah koperasi simpan pinjam syariah yang selanjutnya disebut KJKS (koperasi jasa keuangan syariah) sebagaimana keputusan menteri koperasi RI NO.91/KEP/M.KUKM/IX/2004."Tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan koperasi jasa keuangan syariah". Meskipun saat ini Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) perkembangannya cukup pesat. Namun di Kota Palembang, keberadaan BMT masih sedikit dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya salah satunya Yogyakarta. Respon masyarakat tentunya memang berbeda di setiap daerah terhadap suatu lembaga keuangan mikro. Untuk di Kota Palembang sebagai salah satu kota bisnis di Pulau Sumatera pada tahun 2016 ini 1 Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya | hamdaini_yulie@yahoo.com 2 Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya
fatcat:7ogqobf37zerplqwtggrjjvsja