Pengembangan Panduan Sinema Edukasi dengan Model Blended Learning untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas

Wisnu Cahya Dinata, Diniy Hidayatur Rahman, Henny Indreswari
2021 Buletin Konseling Inovatif  
Abstract: This study aims to produce an educational cinema guide with a blended learning model to reduce academic procrastination of high school students who meet the acceptance criteria, including accuracy, usefulness, attractiveness, and convenience through material expert tests, media expert tests, and prospective users tests. This study adapts the development research design of Borg and Gall. The data generated are quantitative data and descriptive data. Quantitative data analysis used the
more » ... nter-rater agreement model technique from Gregory. Descriptive data analysis was carried out by collecting criticism and input from experts and potential users, then used as material for product revision. The results of this product data analysis got a validation index from two material experts with a score of 1.00, two media experts got a score of 1.00, and two potential users got a score of 1.00, which means that all tests carried out have a very high validation index and fulfills the elements of acceptability, namely aspects of accuracy, usefulness, attractiveness, and convenience. This result means that the developed guide has been accepted and is suitable for school counselors to reduce the level of academic procrastination of high school students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan panduan sinema edukasi dengan model blended learning untuk mengurangi prokrastinasi akademik siswa SMA yang memenuhi kriteria keberterimaan meliputi: ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan melalui uji ahli materi, uji ahli media dan uji calon pengguna. Penelitian ini mengadaptasi desain penelitian pengembangan dari Borg dan Gall. Data yang dihasilkan adalah data kuantitatif dan data deskriptif. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik inter-rater agreement model dari Gregory. Analisis data deskriptif dilakukan dengan mengumpulkan data berupa kritik dan masukan dari para ahli dan calon pengguna yang kemudian dijadikan sebagai bahan revisi produk. Hasil analisis data produk ini mendapatkan indek validasi dari dua ahli materi dengan skor 1,00, dua ahli media mendapatkan skor 1,00, dan dua calon pengguna mendapatkan skor 1,00, yang artinya dari semua uji yang dilakukan memiliki indeks validasi yang sangat tinggi dan sangat memenuhi unsur keberterimaan yakni aspek ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Hal tersebut berarti panduan yang dikembangkan telah diterima dan layak digunakan konselor sekolah untuk mengurangi tingkat prokrastinasi akademik siswa SMA.
doi:10.17977/um059v1i22021p83-89 fatcat:ycbymbvbunco3b56dei6isti4e