DAYA HAMBAT INFUSUM DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM

Undang Ruhimat
2015 Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada  
ABSTRAK Daun sembung (Blumea balsamifera) merupakan salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Zat aktif yang terdapat dalam daun sembung (Blumea balsamifera) antara lain tanin dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi daya hambat infusum daun sembung (Blumea balsamifera) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi infusum dibuat dengan rentang 10%-100% dengan kepadatan bakteri
more » ... kepadatan bakteri 3x10 8 /ml. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode Kirby-Bauer. Dari pengamatan diketahui infusum daun sembung (Blumea balsamifera) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 90% yaitu 4,2 mm. Kesimpulannya bahan infusum daun sembung (Blumea balsamifera) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. PENDAHULUAN Escherichia coli adalah kuman oportunis yang banyak ditemukan di dalam usus besar manusia sebagai flora normal. Sifatnya unik karena dapat menyebabkan infeksi primer pada usus misalnya diare pada anak dan travelers diarrhea (Agus Syahrurachman dkk, 1993). Antibiotik sering kali digunakan sebagai jalan pintas untuk pengobatannya. Namun, penggunaan antibiotik sekarang sering menyebabkan terjadinya resistensi bakteri terhadap zat antibiotik, untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang antibiotik alami (pengobatan secara tradisional) dengan menggunakan ramuan tumbuhan. Penggunaan obat-obatan yang berasal dari alam dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan, hal ini disebabkan karena obat tradisional relatif mudah didapat. Didukung dengan adanya bahan obat dari alam yang tumbuh berlimpah di Indonesia, sehingga penggunaan obat tradisional menjadi semakin meningkat dan berkembang luas di masyarakat. Salah satu tanaman obat yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah daun sembung. Daun sembung (Blumea balsamifera) ini merupakan tumbuhan asal Nepal yang hidup ditempat terbuka sampai tempat yang agak terlindung di tepi sungai, tanah pertanian, atau ditanam dipekarangan dan dapat tumbuh pada tanah berpasir atau tanah yang agak basah. Perbanyakan dengan biji atau pemisahan tunas akar. Adapun kandungan yang terdapat dalam daun sembung tersebut adalah minyak atsiri 0,5% berupa sineol, borneol, landerol, juga mengandung senyawa lain seperti saponin, tanin, serta flavonoid yang dimana zat aktif ini mempunyai aktivitas sebagai antibakteri ( Herti Maryati 2008). Zat aktif yang terdapat dalam daun sembung ini diantaranya saponin yang tersusun dari suatu aglikogen sapogenin yang terikat pada suatu oligosakarida. Senyawa saponin bersifat seperti sabun, dan larutan dalam airnya mudah membentuk buih. Karena sifat ini dan sifat hemolitik yang diakibatkan sangat toksik terhadap hewan bila masuk langsung ke dalam darah dan tidak beracun. Tanin yang dapat dihidrolisis tersebar luas dalam jaringan tumbuhan. Tanin merupakan aktifitas sebagai antioksidan. Tanin terdapat dalam berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat, selain digunakan sebagi astringent (pengelat) dan obat untuk saluran pencernaan , tanin melebur pada suhu 210C. Senyawa flavonoid bersifat antibakteri dengan mekanisme kerjanya adalah merusak membran sel tanpa dapat diperbaiki lagi mendegradasikan protein sel bakteri (Wisma Kayani dkk, 2012). Daun sembung ini banyak ditemukan di daerah pedesaan, kebanyakan masyarakat menggunakan daun sembung ini sebagai obat sariawan dan penambah napsu
doi:10.36465/jkbth.v13i1.26 fatcat:p475kxvscnfmrfaokww3t7fzki