Simulasi Kalkulator Energi Baru Terbarukan (EBT) Guna Memenuhi Ketahanan Energi di Indonesia

Rezzy Caraka, Puti Cresti Ekacitta, Semarang, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral
2016 unpublished
Abstrak Ketahanan Energi adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh gejolak regional maupun internasional. Menjadi negara maju, Indonesia harus dapat mendorong sektor industri sebagai penggerak perekonomian negara. Kebutuhan energi di sektor industri dan komersial diprakirakan tetap mendominasi untuk jangka panjang. Sebagai sektor penunjang pergerakan perekonomian, sektor
more » ... omian, sektor transportasi juga terus meningkat.Konsumsi energi menurut jenis selama tahun 2000 sampai dengan 2015 masih didominasi oleh BBM (avtur,avgas,bensin,minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar). Permasalahan energi yang terjadi saat ini adalah dibutuhkan alternatif baru yang dikenal sebagai energi baru terbarukan (EBT). Berdasarkan analisis dengan single exponential smoothing (SES) dengan menggunakan = 0.359680 dapat disimpulkan bahwa perencanaan energi perlu dilakukan supaya dapat menjamin ketersediaan energi dengan harga terjangkau untuk jangka panjang. Potensi energi terbarukan seperti tenaga air,panas bumi, angin, surya, samudera, maupun biomasa dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi permintaan energi yang semakin tinggi. Berdasarkan skenario dasar, penyediaan EBT meningkat dengan pertumbuhan lebih dari 14% per tahun atau meningkat lebih dari enam kali lipat dari 102 juta SBM pada 2012 menjadi 629 juta SBM pada 2035. Pada 2012, sebagian besar dari EBT dipenuhi oleh dari biomasa, diikuti oleh tenaga air, panas bumi, dan BBN. Namun pada akhir periode 2035, panas bumi untuk pembangkitan listrik akan menjadi EBT utama, disusul secara berturut turut oleh hidro, BBN, dan biomasa. Jenis EBT yang lainnya seperti CBM, CTL, angin, tenaga surya, nuklir, dan kelautan yang sebelumnya tidak muncul di tahun 2015 mulai mengisi bauran energi nasional, walaupun persentasenya masih kecil. Kata Kunci: Ketahanan energi, energi baru terbarukan (EBT), scenario, single eksponential smoothing (SES), Kalkulator energy 1. PENDAHULUAN Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, UUD Tahun 1945 melalui pasal 33 telah mengamanatkan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat. Salah satu kekayaan alam yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional secara berkelanjutan adalah energi. Indonesia kaya akan berbagai jenis energi baik yang berbasis fosil maupun nonfosil. Saat ini penggunaan energi di Indonesia hanya bergantung pada energi fosil saja seperti BBM, karena itu cadangan energi fosil nasional bahkan dunia sangat terbatas dan lambat laun akan habis. Jika kita melihat lebih jauh ke potensi energi terbarukan, Indonesia masih dianugerahi berkah luar biasa. Hal ini bisa dilihat dengan melimpahnya sinar matahari (Tenaga surya), geografis Indonesia sebagai negara maritim (Tenaga air), hingga banyaknya gunung berapi (energi panas bumi). Potret ketergantungan pada sumber daya alam tidak terbarukan (fosil), khususnya minyak bumi dapat dilihat pada Bauran Energi Indonesia. Pada tahun 2006 minyak bumi masih mendominasi bauran energi primer nasional (52%). Respon terhadap situasi ini telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Target bauran energi nasional,yang mana, bauran energi nasional .akan mengalami perubahan dan lebih mengutamakan pada energi terbarukan.
fatcat:gizrd2omp5fplausx3pzzfpxc4