GAMBARAN TEKANAN DARAH PENGHUNI PERUMAHANAN POLISI DI CILEDUG, TANGERANG

Nanang Prayitno, Fitria, Jl Jebat, Iii F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
2011 Tangerang Nutrire Diaita   unpublished
The objective of this study was to know factors affecting the blood pressure of the residence of the police housing compound at Ciledug Tangerang. The blood pressure measures were taken in a seated position and on the right arm by trained health workers who followed a standardized procedure using regularly calibrated mercury sphygmomanometer. Systolic blood pressure was measured at the first appearance of a pulse sound and diastolic blood pressure at the disappearance of the pulse sound. Three
more » ... pulse sound. Three measurements of systolic and diastolic blood pressure were averaged to reduce the effect of measurement errors. Hypertension was defined as a systolic blood pressure >140 mm Hg, a diastolic blood pressure >90 mm Hg. The study is crossectional with 201 samples.The study revealed that there were relationship between the age, sex, occupation, consumption of fat, consumption of sodium,consumption of coffee, nutritional status with hypertension, meanwhile there were no relationship between genetic, exercise with hypertension. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah pada penghuni perumahan polri di Ciledug Tangerang. Tekanan darah diukur dalam posisi duduk pada tangan sebelah kanan yang dilakukan oleh perawat yang terlatih dengan alat sphygmomanometer air raksa yang telah dikalibrasi.Tekanan Systolic diukur dari denyut pertama muncul dan tekanan diastolik diukur dari denyut menghilang. Pengukuran dilakukan tiga kali dan diambil rata-ratany, hal ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan pengukuran.. Hypertension didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana tekanan darah systolic >140 mm Hg, dan tekanan diastolic >90 mm Hg. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional dengan jumlah 201 samples. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada hubungan umur, jenis kelamin, pekerjaan, konsumsi lemak, konsumsi Natrium, konsumsi kopi, dan status gizi dengan hipertensi. Sedangkan untuk keturunan, dan olahraga tidak ada hubungannya dengan hipertensi. Kata kunci: hipertensi, sodium, status gizi Pendahuluan Masalah gizi tidak terlepas dari masalah makanan karena masalah gizi timbul sebagai akibat kekurangan atau kelebihan konsumsi zat-zat gizi yang ada dalam makanan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang melebihi kecukupan gizi menimbulkan masalah gizi lebih terutama terjadi pada masyarakat perkotaan. Peningkatan pendapatan pada kelompok masyarakat tertentu di perkotaan menyebabkan perubahan gaya hidup, terutama dalam pola makan. Pemilihan makanan yang cenderung menyukai makanan siap saji dimana kandungan gizinya tidak seimbang. Pola makan tradisional yang tadinya tinggi karbohidrat, tinggi serat kasar, dan rendah lemak berubah ke pola makan baru yang rendah karbohidrat, rendah serat kasar, dan tinggi lemak sehingga menggeser mutu makanan kearah tidak seimbang.
fatcat:kg3gznwz45d6jj7mpibs7ckvia