PENGARUH PEMBERIAN SERBUK KERING JAHE MERAH TERHADAP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

eliza arman
2016 Jurnal Ipteks Terapan  
Red ginger (Zingiber officinale var rubrum ) is a rhizome plant that is very popular as a spice and traditional medicine in Indonesian society. Ginger as a traditional medicine could be expected to lower blood glucose of patients with diabetes mellitus type 2. Diabetes mellitus is a disease of high prevalence in the world, including Indonesia. This disease is a group of metabolic diseases with the characterization of hyperglycemia that occurs due to abnormal insulin secretion, insulin action or
more » ... , insulin action or both disorders. This study is a clinical trial with 33 respondents. Inclusion criteria were patients with type 2 diabetes mellitus by sex men and women at the age of 35-60 years . Exclusion criteria were patients with impaired liver, kidney, heart, stomach as well as pregnant and lactating mothers. treatment group getting dried red ginger powder with a dose of 3 grams per day with a standard medicines while the control group get a standard drug without dried red ginger powder. Both groups examined the fasting blood glucose (FBG) and 2-hour postprandial blood glucose (2PPBG) before and after treatment. Changes in the levels of GDP and 2PPBG tested by analysis of covariance (ANCOVA) with a significance value of p< 0.05. The conclusion is a dried red ginger powder can lower fasting blood glucose with significant value (p= 0.031 ) While dried red ginger powde GD2PP no effect on the value of significance (p = 0.514 ). Key word : Red ginger, diabetes mellitus type 2, traditional medicine Abstrak Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) adalah tanaman rimpang yang sangat popular sebagai rempah-rempah dan obat tradisional di masyarakat Indonesia. Jahe sebagai obat tradisional diduga dapat menurunkan glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus merupakan penyakit prevalensi tinggi di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakterisasi hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau keduanya. Penelitian ini merupakan uji klinis dengan 33 orang responden. Kriteria inklusi adalah pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada usia 35-60 tahun. kriteria ekslusi adalah pasien dengan gangguan hati, ginjal, jantung, lambung serta ibu hamil dan menyusui. kelompok perlakuan mendapatkan serbuk kering jahe merah dengan dosis 3 gram perhari dengan obat standar sedangkan kelompok kontrol mendapatkan obat standar tanpa serbuk jahe kering jahe merah. Kedua kelompok dilakukan pemeriksaan Glukosa darah puasa (GDP) dan glukosa darah 2 jam postprandial (GD2PP) sebelum dan sesudah perlakuan. Perubahan kadar GDP dan GD2PP di uji dengan analisis kovarian (ANCOVA) dengan nilai signifikansi p<0,05. Kesimpulan penelitian adalah sebuk kering jahe merah dapat menurunkan glukosa darah puasa dengan nilai signifikansi (p= 0,031) sedangan serbuk kering jahe merah tidak berpengaruh terhadap GD2PP dengan nilai signifikansi (p= 0,514) Kata kunci : Jahe merah, diabetes melitus, obat tradisional
doi:10.22216/jit.2016.v10i3.523 fatcat:sov7huwarbg47hxi2o56bi6tsq