PENERAPAN METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT DALAM PEMBELAJARAN MENEMUKAN INFORMASI SECARA CEPAT DARI BERBAGAI TEKS KHUSUS MELALUI MEMBACA MEMINDAI

Yundara Ulfa Priatna, Dede Tatang, Diah Gusrayani, Program Studi, Pgsd Upi, Kampus Sumedang, Jl Mayor, Abdurachman Sumedang
2017 Jurnal Pena Ilmiah   unpublished
Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di SDN Ganeas I Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, dilatarbelakangi karena rendahnya keterampilan membaca siswa dalam pembelajaran mencari informasi secara cepat dari berbagai teks khusus melalui membaca memindai. Kemampuan siswa dalam keterampilan membaca khususnya membaca memindai sangat rendah dikarenakan pembelajaran yang monoton dan tidak membuat siswa semangat untuk mempelajarinya. Salah satu upaya untuk memperbaiki keterampilan membaca siswa
more » ... aitu dengan menerapkan metode teams games tournament. Penelitian ini menggunakan rancangan design penilitian Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara siswa dan guru, observasi kinerja guru pada perencanaan, pelaksanaan, kinerja guru dalam penerapan teams games tournament, aktivitas siswa, tes hasil belajar, dan catatan lapangan. Penelitian mencapai target dan terselesaikan melalui III siklus dengan perolehan persentase 86,95 maka dari itu metode teams games tournament dapat dijadikan alternatif untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan memperbaiki keterampilan siswa dalam membaca. Kata Kunci: Keterampilan Membaca, Membaca Memindai, Teams Games Turnamen PENDAHULUAN Membaca sekilas dan membaca memindai dilakukan sehari­hari pada saat mencari nomor telefon penting, melihat jadwal acara TV favorit, membaca menu di rumah makan dan sebagainya. Karena sering dilakukan dalam kehidupan sehari­hari, siswa harus belajar membaca sekilas atau membaca memindai. Target penelitian ini adalah 85% siswa mencapai KKM. Data awal di kelas V SDN Ganeas I pada tanggal 20 Desember 2016 menunjukkan rendahnya keterampilan membaca memndai siswa. Hasil evaluasi keterampilan membaca siswa pun tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Dari 23 siswa, hanya ada 5 orang siswa yang mencapai nilai KKM. Pada wawancara dengan wali kelas V, yakni Bapak Dadan, SPd. dijelaskan bahwa siswa sering kali kehilangan fokus dalam pembelajaran. Jika siswa sudah menghadapi kesulitan dalam kelas, banyak siswa yang mengabaikan guru di depan dan memilih untuk mengobrol atau melakukan hal yang tidak penting. Di kelas tersebut, ada beberapa anak antusias tetapi sisanya hanya biasa saja. Ketika siswa yang memang terpaksa harus ditunjuk untuk menjawab pertanyaan, siswa malah menjadi kurang percaya diri untuk menjawab pertanyaan. Terbatasnya metode yang digunakan untuk mengajarpun sangat mempengaruhi siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. 1531
fatcat:a5eaftu36resncbgx357tq62oq