PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO BAGI PETANI DAN USAHA KECIL MENENGAH MENDUKUNG MIFEE ROLE OF MICRO FINANCIAL INSTITUTIONS FOR FARMERS AND MEDIUM SMALL BUSINESSES SUPPORT MIFEE

Demas Wamaer, Balai Pengkajian, Teknologi Pertanian, Papua Barat
2017 Jurnal Pertanian Agros   unpublished
MFI is one of the financial institutions to finance rural economic activities where the majority of the enterprises are in micro or SME segments. Some of the participating villages of PUAP SME programs are generally engaged in agriculture, livestock, and trading of agricultural products. MIFEE sees Indonesia's economic development opportunities through MP3EI. Research objectives: recommendation of the role of MFIs or SMEs in developing a business. Outcome: there are 12 MFIs and 323 SMEs in
more » ... nd 323 SMEs in Merauke, 20 percent are agricultural SMEs that act as capital providers for SMEs and increase farmers' capital. In order for the role of MFIs to be sustainable and increasing, it is necessary to coordinate with Dinas Perindagkop as institutional coach of MFIs with MIFEE related programs. Coordination needs to be done also cooperatives, banks, and colleges to find solutions to capital problems. It is necessary to find an effort to introduce the role of MFIs in assisting farmers or users of other R & D outcomes, in particular leading to reform of MFIs already established in previous programs, such as PUAP and MIFEE. INTISARI LKM merupakan salah satu kelembagaan keuangan untuk membiayai kegiatan perekonomian di pedesaan yang mayoritas usaha penduduknya masuk dalam segmen mikro atau UKM. Beberapa desa peserta program PUAP UKM umumnya bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan usaha dagang hasil pertanian. MIFEE melihat peluang pengembangan ekonomi Indonesia melalui MP3EI. Tujuan penelitian: rekomendasi peran LKM atau UKM dalam mengembangkan usaha. Hasil: terdapat 12 LKM dan 323 UKM di Merauke, 20 persennya merupakan UKM pertanian yang berperan sebagai penyedia modal bagi UKM dan peningkatan modal petani. Agar peran LKM berkelanjutan dan meningkat, perlu koordinasi dengan Dinas Perindagkop sebagai kelembagaan pembina LKM disertai program terkait MIFEE. Koordinasi perlu dilakukan juga koperasi, bank, dan perguruan tinggi untuk mencari solusi permasalahan permodalan. Perlu temu usaha untuk memperkenalkan peran LKM dalam membantu petani atau pengguna hasil litbangyasa lainnya, terutama mengarahkan pada pembenahan LKM yang sudah terbentuk pada program sebelumnya, seperti PUAP dan MIFEE. Kata kunci: LKM, Modal, MIFEE 1 Alamat penulis untuk korespondensi: Demas Wamaer. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat.
fatcat:33yb5na2wzbz7jnxqsd5zw2w54