Analisis kandungan bahan kimia obat natrium diklofenak dalam jamu pegal linu yang dijual di Kota Mataram

Elliya Rosyada, Handa Muliasari, Emmy Yuanita
2019 Jurnal Ilmiah Farmasi  
Qualitative and quantitative analyses have been carried out on ten samples of herbal medicine (jamu) for rheumatism in Mataram. Objective: This study aimed to analyze the content of diclofenac sodium as drug chemicals in herbal preparations for rheumatism. Diclofenac sodium is drug chemicals commonly found in herbal medicine for rheumatism to provide a pain reliever effect. Methods: The method used in the qualitative analysis was thin layer chromatography (TLC) with ethyl acetate p.a : n-hexane
more » ... tate p.a : n-hexane p.a (7:3) as the mobile phase, and the quantitative analysis used the UV-Vis spectrophotometry. Results: The results of the qualitative analysis showed that three samples of herbal medicine were identified as positive because the RF value was similar to the standard diclofenac sodium of 0.600. The quantitative analysis of diclofenac sodium found λmax of 276 nm. The linear equation at r = 0.994 was y = 0.038x -0.011. The calculated concentrations of diclofenac sodium in three positive samples were 135.1982 mg, 110.0334 mg, and 6.0968 mg. Conclusion: The qualitative and quantitative analyses showed that three out of ten samples of herbal medicine for rheumatism contained drug chemicals of diclofenac sodium that was banned from being added to herbal medicine. Intisari Latar belakang: Telah dilakukan penelitian tentang analisis kualitatif dan kuantitatif pada sepuluh sampel jamu pegal linu yang beredar di kota Mataram. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan bahan kimia obat (BKO) natrium diklofenak di dalam sediaan jamu pegal linu. Natrium diklofenak termasuk BKO yang banyak ditemukan dalam sediaan jamu pegal linu untuk memberikan efek pereda nyeri. Metode: Metode yang digunakan pada analisis kualitatif adalah kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak etil asetat: n-heksana (7:3) dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Hasil analisis kualitatif yaitu tiga sampel jamu teridentifikasi positif yang ditunjukkan dengan kesamaan nilai RF sampel jamu dibandingkan standar natium dikolfenak yaitu 0.600. Hasil analisis kuantitatif natrium diklofenak pada didapat λmaks= 276 nm. Persamaan linier pada nilai r = 0.994 yaitu y= 0.038x -0,011. Hasil perhitungan kadar natrium diklofenak pada tiga sampel positif, yaitu 135.1982 mg, 110.0334 mg, dan 6.0968 mg. Kesimpulan: Analisis kualitatif dan kuantitatif menunjukkan tiga dari sepuluh sampel jamu pegal linu mengandung BKO natrium diklofenak yang dilarang keberadaannya dalam sediaan jamu. Kata kunci : Jamu pegal linu, natrium diklofenak, KLT, Spektrofotometer UV-Vis 13 | Elliya Rosyada, dkk /
doi:10.20885/jif.vol15.iss1.art2 fatcat:y7dbxrivofatfjuv2mutpwrefa