Evaluasi Kinerja Program Pengentasan Kemiskinan (Studi Program Anti Kemiskinan Bidang Pertanian di Kabupaten Tuban)

Soni Kurniawan, Andy Fefta, Tjahjanulin Domai
2014 Wacana: Jurnal Sosial dan Humaniora  
Abstrak Program Anti Kemiskinan (Anti Poverty Program) Bidang Pertanian merupakan program penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Konsep dasar program ini adalah pemberdayaan usaha ekonomi produkif Kelompok Masyarakat Miskin yang difasilitasi pendampingan dan Mitra Usaha sebagai penampung/pembeli hasil produksi dari Pokmas (Pasar). Pokmas mendapatkan bantuan yang bersifat hibah, selanjutnya menjadi aset Pokmas untuk dimanfaatkan oleh anggota dan
more » ... n untuk melakukan perguliran dengan mekanisme sesuai dengan kesepakatan anggota. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan, bahwa Program Anti Kemiskinan (Anti Poverty Program) Bidang Pertanian secara signifikan belum mampu menurunkan jumlah penduduk miskin. Pada kinerja input SDM Pokmas dan Tenaga Pendamping Pokmas dinilai masih kurang memadai. Rata-rata pendidikan anggota Pokmas sangat rendah, dimana hampir 81,28% sampai dengan lulusan SD dengan tingkat kepemilikan lahan pertanian sawah sebanyak 71,02 % kurang dari 0,5 hektar. Dilihat dari indikator kinerja proses, tahap pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) perencanaan dan realisasi pencairan bantuan masih kurang optimal. Realisasi bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian khususnya melalui APBD Provinsi Jawa Timur, tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan (pada saat awal musim tanam). Pada kinerja output dan outcome, secara umum sudah sesuai dengan tujuan dan sasaran. Secara kualitas, Program Anti Kemiskinan (Anti Poverty Program) Bidang Pertanian dapat menangani Gakin sebanyak 593 orang, meningkatkan pendapatan anggota Pokmas rata-rata sebesar 16,16 % dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 625 orang. Abstract Anti Poverty Program in Agriculture sector is a program to overcome poverty by using community development approach. The basic concept of this program is the empowerment of productive economy group that consists of the poor. This program is facilitated by the assistants and business partners as reservoirs or production buyers of Pokmas. Pokmas receives a grant from the program. This grant, then, becomes an asset to be used by members of Pokmas in carrying out business activities and in implementing of revolving fund accordance with the agreement of group members. This study is a qualitative research through observation, interviews and documentation. The results of this study describe the Anti Poverty Program has not been able to significantly decrease the amount of the poor. On the performance indicator of input is dealing with the low human resources of Pokmas and the inadequate of assistants' role. The average of Pokmas has a low education, approximately 81.28% were primary school graduates with ownership of agricultural land less than 0.5 acres of paddy field is 71.02%. On the performance indicator of process describes the planning process and implementation are not functioning properly. The realization stage of agricultural production infrastructure through APBD of East Java Province, is often not accordance with the schedule (at the beginning of the growing season). On the performance indicator of output and outcome, in general is accordance with the purposes and objectives of Anti Poverty Program Guidelines. In quality of Anti Poverty Programs can handle as many as 593 people of Gakin, increases the revenue of Pokmas in the amount of 16.16% and the employment of 625 people.
doi:10.21776/ub.wacana.2014.017.03.2 fatcat:j5c2b7ciobdu7fxgbserksx7s4