Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dana BOPTN Tahun

Andik Irawan, Adi Dicky, Tyagita, Jurusan Teknik, Negeri Jember, Jl Mastrip, Kotak Pos, Sumbersari Jember, Andik_Irawan@polije Id
2016 unpublished
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa dengan penambahan tabung induksi dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sepeda motor Yamaha Mio 113 cc dibandingkan tanpa penambahan tabung induksi. Semua pengujian menggunakan dynotest dengan interface SP1/V4, software Sportdyno V3.3. Setelah melakukan pengujian menggunakan dynotes didapat bahwa dengan penambahan tabung induksi udara terbukti dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar pada sepeda motor matik 113 cc dibandingkan
more » ... 113 cc dibandingkan nilai konsumsi bahan bakar dalam keadaan standart pabrikan. Nilai konsumsi bahan bakar pada sepeda motor matik 113 cc tanpa penambahan tabung induksi nilai konsumsi bahan bakar yang terendah tercapai di 1500 RPM dengan nilai 0,068 Kg/HP.jam. Peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar sepeda motor matik 113 cc tertinggi terjadi pada variasi volume tabung induksi 125 cc di 2000 RPMyaitu sebesar 0,050 Kg/HP.jam. Keywords-Dynotest, Matic, SFCe. I. PENDAHULUAN Kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran dalam merupakan alat transportasi yang sangat dibutuhkan karena dapat digunakan untuk memindahkan barang maupun manusia dari satu tempat ke tempat yang lain, seperti penggunaan kendaraan roda empat atau mobil dan kendaraan roda dua atau sepeda motor untuk kegiatan sehari-hari. Dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya maka jumlah penggunaan bahan bakar fosil juga meningkat. Hal ini membuat pemerintah harus berfikir lebih keras agar dapat mengatasi hal tersebut, karena apabila terus meningkat tanpa regulasi pembatasan yang jelas maka ketersediaan bahan bakar akan menipis dan tingkat polusi akan semakin tinggi. Para ilmuan telah banyak menciptakan energi yang terbarukan yang aman dan ramah terhadap lingkungan sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil antara lain: energi sinar matahari, energi geothermal, biogas dll. Namun dengan ditemukannya energi alternatif tersebut nyatanya penggunaan bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor masih belum dapat tergantikan. Untuk dapat melakukan mobilisasi dengan baik, kendaraan bermotor tidak hanya dituntut dengan unjuk kerja yang optimal tetapi juga memiliki efisiensi bahan bakar yang baik. Dengan demikian perlu dilakukan sebuah inovasi yang tujuaanya dapat menghemat bahan bakar fosil namun kendaraan bermotor tersebut tetap pada unjuk kerja yang optimal. Riza dan Darmawan[1] dalam penelitiannya tentang "kajian Karakteristik motor bensin empat langkah satu silinder" menyatakan bahwa dengan penambahan injeksi udara (Excess Air) pada area intake manifold dapat meningkatkan unjuk kerja pada motor bensin, dapat dilihat dengan penggunaan Excess Air memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada setiap variasi. Terjadi peningkatan unjuk kerja mesin yaitu sebesar 10,7 % pada penggunaan Excess Airatau penambahan laju aliran berlebih sebesar 15% untuk prestasi mesin yang paling baik. Heru, dkk.[2] dalam penelitiannya mengenai analisa pemakaian Vacuum Tube pada Intake Manifold terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang menyatakan bahwa dengan penambahan Vacuum Tube pada Intake Manifold konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien yaitu turun 45 % dari keadaan standart pabrik pada putaran mesin 5000 rpm.
fatcat:ntytz5pg3jcqzc63nxyjnzooxu