Kontak Antarkelompok dan Demografi sebagai Prediktor Prasangka Etnis Sunda terhadap Etnis Tionghoa

Gusvira Noerwendayah Sudiana, Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Helli Ihsan, Gemala Nurendah, Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia
2020 Mediapsi  
In this research, we aimed to examine the role of intergroup contact and demographic factors, as well as that of the interaction between the two variables in explaining prejudice against Chinese among a sample of Sundanese in Bandung. Participants were 384 Sundanese currently living in Bandung. Designed as a correlational study, our work revealed that, first, intergroup contacts significantly and negatively predicted prejudice against Chinese. Second, age and gender significantly predicted
more » ... dice. The final finding demonstrated that, not in line with the hypothesis specified, demographic factors did not significantly moderate the relationship between intergroup contacts and prejudice. We close by elaborating the theoretical and practical implications of those empirical findings in the discussion section, which also explains some limitations in this research and recommendations for follow-up studies to address the limitations. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kontak antarkelompok dan faktor-faktor demografis serta interaksi antar keduanya dalam menjelaskan prasangka etnis Sunda terhadap etnis Tionghoa di Bandung. Subjek penelitian adalah 384 etnis Sunda yang tinggal di Bandung. Penelitian ini dirancang sebagai studi korelasional, yang hasilnya menunjukkan bahwa, pertama, kontak antarkelompok berperan signifikan dalam memprediksi ke arah negatif prasangka terhadap etnis Tionghoa. Hasil kedua menunjukkan bahwa usia dan jenis kelamin juga berperan signifikan dalam menjelaskan prasangka. Temuan terakhir menunjukkan bahwa, tidak mendukung hipotesis yang ditetapkan, faktor-faktor demografis tidak berperan signifikan dalam memoderasi hubungan antara kontak antarkelompok dan prasangka terhadap etnis Tionghoa. Implikasi teoritis dan praktis temuan-temuan empiris tersebut dielaborasi di bagian diskusi, yang juga menjelaskan sejumlah kekurangan dalam penelitian ini serta rekomendasi studi lanjutan untuk menutupi kekurangan tersebut.
doi:10.21776/ub.mps.2020.006.02.8 fatcat:njyrr7plsvhnrbmjufvvhgcaqe