JOGLO GUDANG SEBUAH BUKTI EKSISTENSI CINA DI KALIMANTAN SELATAN

Ida Bagus Putu Prajna Yogi
2016 Naditira Widya  
Abstrak. Awal kedatangan masyarakat Tionghoa di Banjarmasin karena aktivitas perdagangan. Jalur transportasi yang digunakan adalah sungai. Oleh karena itu, pemukiman cenderung terkonsentrasi di wilayah daerah aliran sungai besar, yaitu di daerah Veteran, Gedangan, dan RK Ilir yang berada di sepanjang Sungai Martapura, Banjarmasin. Joglo gudang adalah salah satu budaya yang muncul dalam masyarakat Tionghoa di Kalimantan Selatan. Artikel ini akan membicarakan sejarah pemakaian arsitektur joglo
more » ... arsitektur joglo gudang tersebut dan alasan dipilihnya bentuk joglo gudang sebagai bentuk tempat tinggal mereka. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis. Kombinasi unsur lokal genius dari masyarakat Tionghoa dalam mendirikan usaha perumahan dan sikap adaptif untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di Kalimantan yang berair dan menghasilkan bentuk baru arsitektur tradisional masyarakat Banjar, disebut joglo gudang. Abstract. Joglo Gudang is Evidence of The Chinese Exixtence in South Kalimantan. Early arrival of Chinese community in Banjarmasin is due to trade activity. Transport lines used are rivers. Therefore, settlements tend to be concentrated along the big river basin, such as Veteran, Gedangan, and RK Ilir which are located along the Martapura river in Banjarmasin. Joglo gudang is one of the cultural forms that emerged in the Chinese community in South Kalimantan. This article will discuss the history of joglo gudang and the reasons why chinese society have chosen the construction as the form of their residence in South Kalimantan. The method used is descriptive-analytic. The combination of local genius elements of the Chinese community in setting up residential and adaptive efforts to adjust to residential environment in Borneo which tend watery and produced a new form of Banjarese traditional architecture, joglo gudang.
doi:10.24832/nw.v8i2.107 fatcat:qlgaltpkfng6tat7ajb54xfjmy