PENGELOLAAN ZAKAT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM KONTEMPORER

Abdain, Kata Kunci, Pengelolaan Zakat, Hukum Islam, Islam Kontemporer
unpublished
Islam provides guidance to its adherents who are facing the problem of social inequality by placing tithe as one of the main pillars of Islamic establishment, especially in anticipation of the growth of dynamics and economic equality in society. As a source of funds, tithe is potential to be used as capital for the construction of the Muslims, and it will be very effective in anticipating the social gap in the community. Classical scholars, generally categorize the subject to tithe is cattle,
more » ... tithe is cattle, gold, silver, merchandise, property excavation, and agricultural products. Today, contemporary ijtihad, one of which is represented by the book of Yusuf Qardawi, specify wealth that is subject to tithe, as many models and forms of wealth that was born from the increasing of complexity of economic activities. Yusuf Qardawi divide tithe into nine categories: tithe of cattle, tithe of gold and silver which includes money, tithe of trade, tithe of agricultural output includes farmland, tithe of honey and animal production, tithe of minerals and marine products, tithe of plant investment, buildings and others, tithe of livelihood, tithe of services and professions, and tithe stocks and bonds. Abstrak: Islam memberikan tuntunan bagi pemeluknya yang menghadapi masalah kesenjangan sosial dengan menempatkan zakat sebagai salah satu tiang penyangga utama berdirinya Islam, khususnya dalam mengantisipasi dinamika pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Sebagai sumber dana, zakat sangat potensial untuk dijadikan modal bagi pembangunan umat Islam, dan akan sangat efektif dalam mengantisipasi kesenjangan sosial di tengah-tengah masyarakat. Ulama-ulama klasik pada umumnya mengkategorikan bahwa harta yang kena zakat adalah : binatang ternak, emas dan perak, barang dagangan, harta galian dan yang terakhir adalah hasil pertanian. Tetapi dalam ijtihad kontemporer yang saat ini salah satunya diwakili oleh bukunya Yusuf Qardhawi, beliau merinci banyak sekali model-model harta kekayaan yang kena zakat, sebanyak model dan bentuk kekayaan yang lahir dari semakin kompleknya kegiatan perekonomian. Yusuf Qardhawi membagi katagori zakat ke dalam sembilan katagori; zakat binatang ternak, zakat emas dan perak yang juga meliputi uang, zakat kekayaan dagang, zakat hasil pertanian meliputi tanah pertanian, zakat madu dan produksi hewani, zakat barang tambang dan hasil laut, zakat investasi pabrik, gedung dan lain-lain, zakat pencarian, jasa dan profesi dan zakat saham serta obligasi.
fatcat:nr4jdmq6m5bhtnn3jhgrfmjcq4