Analisis Komposisi Kimia Daun Kelakai (Stenochlaena palustris Bedd.) dengan Berbagai Pelarut menggunakan GCMS (Chemical Composition Analysis of Stenochlaena palustris Bedd. Leaves using Various Solvents on GCMS)

Nurmilatina Nurmilatina
2017 Jurnal Riset Industri Hasil Hutan  
ABSTRAK Pemilihan pelarut yang sesuai sangat penting untuk menyari senyawa yang diinginkan dari dalam sel tumbuhan. GCMS merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi daun kelakai dengan beberapa variasi pelarut dan menganalisis komposisi senyawa kimianya menggunakan instrumen GCMS. Daun kelakai diekstrak dengan tiga variasi pelarut, yaitu a1 = akuades, a2 = etanol, dan a3 = etanol 50%, dan variasi lama maserasi b1
more » ... si lama maserasi b1 = 1 hari, b2 = 2 hari dan b3 = 3 hari. Metode ekstraksi terbaik menggunakan pelarut akuades dengan lama maserasi satu hari. Komponen senyawa kimia yang diperoleh berupa fenolik, alkaloid dan terpenoid, diantaranya adalah 2,5bis[(trimetilsilil)oksi] benzaldehid 1,86%, linalool 1,28%, fenetil alkohol 3,55% dan 7-kloro-5-fenil-1-(trimetilsilil)-1,3-dihidro-2H-1,4-benzodiazepin-2-on 1,16% bk. Kata Kunci: analisis komposisi, GCMS, maserasi, Stenochlaena palustris Bedd. ABSTRACT The selection of suitable solvents is essential for extracting the desired compounds from plant cells. GCMS is an instrument that can be used to identify such compounds. Therefore, this study objective is to extract kelakai leaves using various solvents and analyze the composition of chemical compounds using GCMS instrument. Kelakai leaves was extracted using three solvent variations: a1 = aquadest, a2 = ethanol, and a3 = ethanol 50%; and the maceration time variations: b1 = 1 day, b2 = 2 days, and b3 = 3 days. The best extraction method was aquadest as solvent and one day maceration. The chemical compound extracted were phenolic, alkaloids and terpenoids,
doi:10.24111/jrihh.v9i1.2952 fatcat:bnkygjtrybdrvh6vfjkvgldc5e