JAWA BARAT ACCRETION AND ABRASION PROCESSES BASED ON COASTAL CHARACTERISTICS MAPPING AND WAVE DATA IN PELABUHAN RATU AND CILETUH BAYS, SUKABUMI REGENCY, WEST JAVA PROVINCE

D Setiady, L Sarmili, Pusat Penelitian, Dan Pengembangan, Geologi Kelautan, Jl Junjunan
2015 unpublished
ABSTRAK Lokasi Penelitian dilakukan di teluk Pelabuhan Ratu dan Teluk Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik pantai dan hubungannya dengan akrasi dan abrasi berdasarkan energi flux. Metode penelitian terdiri dari penentuan posisi, karakteristik pantai, pengambilan sampel sedimen pantai, dan analisis gelombang. Proses abrasi dan akrasi di daerah penelitian erat kaitannya dengan besar kecilnya energi gelombang. Energi gelombang
more » ... Energi gelombang merupakan salah satu komponen dari arus sejajar pantai. Berdasarkan karakteristik pantai, tipe pantai terdiri dari : (1) Daerah perbukitan terjal, (2) Daerah perbukitan bergelombang, dan (3) Daerah dataran rendah. Analisis energi flux gelombang menunjukkan bahwa proses abrasi terjadi dititik tinjau 2 ke 3, 4 ke 5, 6 ke 8, 10 ke 11, 14 ke 15, dan 16 ke 17, sedangkan proses akrasi terjadi terjadi di titik tinjau 3 ke 4, 5 ke 6, 8 ke 10, 11 ke 13, 15 ke 16, 17 ke 18, dan 20 ke 21. Kata Kunci: Akrasi, abrasi, karakteristik pantai, energi flux, Pantai Pelabuhan Ratu. ABSTRACT Location of the study at Pelabuhan Ratu and Ciletuh bays, Sukabumi of West Java Province. The aim of study is to map the coastal charectristics in relation to accretion and abrasion processes based on wave energy flux. The method consists of navigation, coastal characteristics, coastal sediments samples and wave analyses. The abrasion and accresion processes are closely related to how big the wave energy. Wave energy is one of longshore current components. Based on the coastal characteristics, the coastal types can be divided into : (1) steep hills (2) undulating hills, and (3) lowland. Wave energy flux shows that abrasion processes occur from the point of 2 to 3, 4 to 5, 6 to 8, 10 to 11, 14 to 15, and 16 to 17, while for accretion processes occur from the point of 3 to 4, 5 to 6, 8 to 10, 11 to 13, 15 to 16, 17 to 18, and 20 to 21. PENDAHULUAN Daerah penelitian terletak di Teluk Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian mulai dari pantai Karang Beureum di bagian barat sampai selatan Ciletuh, dengan koordinat terletak antara 106 o 24'-106 o 36' Bujur Timur dan 06 o 58'-07 o 10' Lintang Selatan. (Gambar-1). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik pantai dan hubungannya dengan akrasi dan abrasi berdasarkan energi flux gelombang. Pantai merupakan lingkungan komplek yang dipengaruhi oleh intensitas proses marin, fluvial dan pergerakannya. Tipe pantai sebagai pencerminan mekanisme proses erosi, akrasi asal darat, dan pencucian. Dalam hal ini penulis melakukan pendekatan karakteristik pantai dan metoda flux gelombang berdasarkan prediksi kecepatan data angin. (Setiady, D., 2005). Berdasarkan Data Elevation Model (DEM), tipe pantai daerah penelitian secara umum dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu: (1) perbukitan terjal, (2) perbukitan bergelombang, dan (3)
fatcat:ut2uzvc7wfcdpkunlkkbak2ufi