HUBUNGAN MINOR-MAYOR ANTAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN

Muh Quraisy, Mathar Dosen, Jurusan Ilmu, Perpustakaan Uin, Alauddin Kampus, Alauddin Uin, Sultan
unpublished
The issue of cross-cultural relationships influenced by the history of the library that influenced a shift in the culture , from the oral into writing , which also directly has a significant impact on the culture that led to the birth of a new civilization. Major-minor relationship between cultures is a process that was born from an innovation , agreements and natural elimination system. Long struggle of human cultural history culture spawned three phases , namely the dogmatic phase , phase
more » ... c phase , phase philosophical , and methodological phases. The third phase of the culture has contributed to the rise of the influence and the biggest change in human life , including in the tradition of documenting all forms of data and information that is recorded in various forms of media , oral and written. The existence of libraries have been part of the birth of new cultures results acculturation previous cultures. Library became the central figure that was very influential on the major-minor relationship between all cultures in the world. Kata kunci : Perpustakaan, budaya minoritas, minoritas budaya, hubungan minor mayor antar budaya. A. Pendahuluan                                                           "Wahai seluruh manusia yang mendengar panggilan ini beribadahlah, yakni tunduk, patuh dengan penuh hormat, dan kagumlah kepada Tuhan kamu Sang Pemelihara dan Pembimbing, karena Dialah yang menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa". Ayat ini menunjukkan kesatuan kemanusiaan sejak dahulu hingga akhir zaman. Dengan demikian tidak ada perbedaan dalam kemanusiaan antara satu ras dengan ras yang lain, baik dahulu maupun masa kini, semua diciptakan Allah dari unsur yang sama (Tafsir al-Misbah, QS. al-Baqarah : 21). Berbagai konstitusi bernegara selalu menempatkan bangsa (masyarakat) dengan keanekaragaman budayanya pada posisi dan perlakuan yang sama. Istilah persamaan hak bagi segenap bangsa dari sebuah negara merupakan sebuah pernyataan yang berkaitan langsung dengan persoalan hubungan antar budaya di dalam sebuah negara. Namun, pernyataan tentang persamaan hak warga negara tersebut ternyata lebih mendekati sebuah penggambaran teoritis, sementara dari sisi dunia praktis, persoalan hubungan antar budaya terjadi dalam sebuah bangsa. Hubungan antar budaya, khususnya yang berkaitan erat dengan pengaruh dan kekuasaan ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Realita hubungan antar budaya di banyak negara telah membuktikan 59
fatcat:hucadgsiu5ae3jdjxhqccyhecq