KONSEP MEDIATEK DALAM PERANCANGAN MEDIA CENTER SEBAGAI THIRD PLACE

Achmad Dimas Haristiyanto, Doddy Yuono
2020 Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)  
Third place is any place we spend in our lives other than a place to work or home. It is a non-negotiable part of the workplace experience and very important to attract and motivate creative work we need to compete in the future. Library is a physical example of Third place, however, the existing library is not suitable for the lifestyle of creative class people because it has formal environment, strict regulation, and short opening time. Therefore, this study used the Third place theory as an
more » ... place theory as an approach to address issues of the lifestyle needs of creative class communities by referring to the standards of multimedia libraries. Third place provides flexibility in service, relaxed environment for exchanging information, develop ideas and creative thinking, and social interaction. The method used in data collection is divided into two categories, namely primary data and secondary data. Primary data is data obtained from the location of the issue, observed and recorded. While secondary data in the form of literature or references about the Mediatheque building are collected to support the process of compiling the program in the design.The design of Mediatek in Cikini, Central Jakarta has the concept of accommodating the need of creative class community for accurate information, opportunities to interact, develop relation, with multimedia basis. Abstrak Third place adalah tempat apapun dalam hidup kita selain daripada tempat bekerja atau rumah. Tempat tersebut menjadi bagian dari pengalaman di tempat kerja yang tidak dapat ditawar, dan berperan penting untuk menarik dan menjaga motivasi kerja kreatif yang dibutuhkan untuk bersaing di masa depan. Perpustakaan adalah salah satu bentuk fisik dari Third place, namun perpustakaan yang ada kurang cocok dengan gaya hidup masyarakat kelas kreatif karena memiliki suasana formal, dengan aturan tegas bagi pengunjung serta waktu pelayanan yang singkat. Oleh karena itu penulis menggunakan teori Third place sebagai pendekatan untuk menjawab isu kebutuhan gaya hidup masyarakat kelas kreatif dengan mengacu standar perpustakaan multimedia. Third place menyediakan ruang fisik dengan fleksibilitas waktu pelayanan, suasana santai untuk bertukar informasi, mengolah ide dan pikiran, dan berinteraksi. Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah pencarian ide/gagasan untuk menjawab isu kelas kreatif yang kemudian dikembangkan melalui pengumpulan data sebagai bahan kajian dalam perancangan Mediatheque. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dibagi ke dalam dua kategori, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari lokasi yang menjadi isu, diamati dan dicatat. Sedangkan data sekunder berupa literatur atau referensi tentang bangunan Mediatheque dikumpulkan untuk mendukung proses menyusun program dalam perancangan. Perancangan Mediatek di Cikini, Jakarta Pusat memiliki konsep mengakomodasi kebutuhan masyarakat kelas kreatif untuk memperoleh informasi akurat, kesempatan saling berinteraksi, membangun relasi, dan berbasis multimedia.
doi:10.24912/stupa.v2i1.6871 fatcat:fzoc6hvnbjaexe23wfelkauiqm